Kamis, April 02, 2015

Walau aku dan kamu bukan yang pertama singgah di Hati...

Pertemuan kita beberapa bulan silam memang tak pernah kuduga sebelumnya. Kita yang sama-sama menimba ilmu di satu universitas yang sama, tinggal di kota yang sama, kala itu kita belum mengerti Tuhan akan meramu 'aku' dan 'kamu' menjadi 'kita'
Aku dan kamu adalah mahasiswa beda jurusan dengan segudang kesibukan tugas kuliah yang berbeda. Hingga akhirnya kita bertemu dipagi hari, aku tanpa sepoles bedak belum tersiram air dengan pakaian seadanya. Ya, kita berkenalan lewat seorang temanku dan temanmu,
Pertemuan kita biasa saja saat itu, aku bahkan belum membuka hati dan masih terjebak dalam lingkar masa lalu ku. Ya, hingga waktu yang tanpa kusadari memaksaku untuk menerima hadirmu.

Ditengah kesibukan yang menghampiri, kita sempatkan untuk bersua atau berbincang. Entahlah mungkin sebagai pengisi energi di tengah penatnya pikiran akan tugas-tugas kuliah yang menumpuk. Tawamu yang memaksa masuk dalam relung hatiku yang telah lama aku tutup, tawaku yang tak pernah kamu bosan dengarkan.
Ya, saat itu hati ku pun belum mendeteksi kamulah yang selanjutnya akan singgah dihatiku hingga aku dan kamu telah berubah menjadi kita

aku sadar, aku bukanlah wanita pertama yang masuk dan menjelahi relung-relung hatimu, begitupun kamu yang kala itu masih mencoba membuka gerbang pintu hati yang telah lama ku tutup. Namun usahamu tak sia-sia, sayang.
Aku sadar, bukan tubuhkulah yang pertama kali kamu peluk erat, Ada tubuh wanita lain sebelum aku yang pernah kau peluk erat hingga tak ingin kamu lepaskan
Bukan tangankulah dan jemariku yang kau genggam erat pertama kali. begitupun dengan dirimu, sebelum mu ada sosok pria lain yang kujaga mati-matian hingga tak ingin kulepas
Terkadang, aku menabung cemburu tak beralasan akan masa lalumu, namun pantaskah aku mencumburui masa lalumu, haruskah aku berterima kasih kepada wanita-wanita yang pernah singgah dihatimu karena jasa mereka menjalankan peran mereka dengan sempurna menjadikan sosokmu kini yang jauh lebih dewasa.
Ah, maafkan aku sayang, hanya segenggam kesedarhanaan yang kubawa ketika bersemayam di hatimu, maafkan aku jika harus aku gadis biasa saja yang kau temui, maafkan jika aku tak sesempurna wanita-wanita sebelumnya. Namun percayalah, aku selalu berusaha untuk membuatmu bahagia karena inginku menua dihatimu. Izinkan aku menetap dihatimu selamanya, menjadi wanita terakhir yang bersemayam di hatimu hingga kita mengucap janji suci sehidup semati nantinya. Dapatkah?

Terima kasih telah memujiku cantik bahkan disaat, wajahku tak terkena riasan. 
Pertama kali kamu memujiku cantik, wajahku saat itu mungkin terias sempurna, dengan polesan bedak dan lipstik di bibirku. Ah, ku anggap itu hanya penghargaanmu atas usahaku terlihat spesial.Kini, aku tersadar, kau pernah melontarkan pujian bahkan saat wajahku tak terkena polesan makeup dan bibirku tak tersentuh lipstik, Terima kasih telah membuatku merasa spesial bahkan disaat wajahku tak terias sempurna, membuatku paham, kesederhanaan-ku pun tak mengapa. Tapi.. lucunya, ini tetap menambah keinginanku untuk selalu tampil istimewa didepanmu 
Dan banyak terima kasihku yang lainnya. 
Jika harus kusebutkan satu-satu rasa terimakasihku atas segala hal yang kau lakukan tanpa kecuali, Atas semua yang kamu usahakan untuk kita
 tulisan ini tak akan ada akhirnya, mungkin kini kau telah bosan membacanya
Tapi ingatlah satu hal, bahwa aku akan selalu berusaha untuk membalasnya
untuk tetap membuatmu bahagia, membuatmu tertawa.
tetaplah berusaha untuk kita, dan sama-sama berusaha yaa?





Tidak ada komentar:

Posting Komentar