Sebelum aku bercerita panjang lebar dan mencapai inti dari sebuah tulisan tak berbentuk ini, ingin bercerita beberapa kalimat sebagai pembukaan tak bermaksud.
Siang ini,
seusai kuliah aku sempatkan untuk shalat dzuhur dulu sebelum kembali ke kos
karena waktu sudah menunjukkan pukul set 2..
Aku pulang,
cuaca sudah mulai gerimis, hingga belum aku sampai di kos, hujan deras turun.
Terpaksa aku berteduh. Saat berteduh aku nostalgia sebentar, eaaa...
Sebenarnya
ini bermula dari suatu kejadian yang mencengangkan, yap cukup bikin shock
dipagi hari menerima tweet dari orang yang ga pernah ku tau dan ku kenal
sebelumnya menceritakan ttg temen sd kecil gue dulu. Suatu cerita yang buruk.
Aku tak tahu harus percaya atau tidak, apa asal mulanya. Aku hanya ingin tak
terlibat jauh.
Aku
mengenang bagaimana temen kecil gue ini. Dulu pas sd aku suka iri dengannya
yang begitu dimanja oleh orang tuanya. Apapun diturutinya mungkin karena ia
anak tunggal namun aku sadar apa yang orang tuaku didik ke aku adalah untuk
kebaikan diriku sendiri...
Sebuah ucapan Terima Kasih untuk orangtuaku...
Dulu aku
belom mengerti kenapaa orang tuaku begitu galak menyuruhku belajar sampai
tuntas jangan ada yang ketinggalan..
Sekarang aku
mengerti, itu supaya aku sadar akan pentingnya belajar. Dan tiap belajar, aku
lakukan sampai tuntas. Nilai bagus dan jelek aku yang akan merasakannya..
Dulu aku
belom mengerti kenapa orang tuaku begitu pelit ngasih aku uang jajan, aku iri
dengan teman2ku yang dari sd tiap harinya bisa jajan dikantin sedangkan aku?
Hanya menikmati bekal yang dibawa dari rumah
Sekarang aku
mengerti, itu agar aku belajar berhemat, mengajarkan aku mencari uang itu
susah. Tapi tanpa aku sadari, ibuku selalu membawakan aku bekal nasi, minum,
dan segala macem makanan kecil walaupun uang saku tak ada dikantongku.
Dulu aku
belom mengerti, kenapa untuk meminta uang saku saja susah, aku harus bekerja
jualan donat dan coklat chococrunch dulu dan menjajakannya ke tiap kelas saat
istirahat.
Sekarang aku
mengerti, itu untuk mengajariku bahwa mencari uang itu sulit.
Dulu aku
belom mengerti kenapa orangtuaku selalu protect. Ga boleh ke sini ga boleh
kesana. Rasanya dipenjara dirumah sendiri.
Sekarang aku
mengerti, itu semata mata untuk melindungiku dari kejahatan diluar sana, dan
membuatku sekarang lebih berhati-hati. Tapi dan lagilagi tanpa aku sadari,
walaupun diprotect namun orang tuaku selalu membuat di rumah itu nyaman.
Dulu aku
belom mengerti, kenapa minta hp aja sulitnya minta ampun. Berasa pengen anaknya
gaptek
Sekarang aku
baru mengerti itu membuatku lebih hati-hati dalam menjaga barang dan lebih
menyayangi barang tak mudah untuk ganti2 hp walaupun uang ada, dan lagilagi
baru aku sadari hp ga ada, tapi orangtuaku membelikan komputer untuk bermain
dirumah.
Dulu aku
belom mengerti, kenapa terkadang suka dilarang untuk temenan sm ini temenan sm
itu, suruh jaga jarak, berasa dia sotoy banget tentang teman2ku kan mereka ga tau.
Sekarang aku
baru mengerti, itu membuatku lebih hati-hati dalam memilih teman. Ternyata mereka benar, feeling orangtua memang tiada duanya. mengajarkan bahwaTeman yang
buruk akan membawa pengaruh negatif, yang baik positif tapi tetap aku tak
memusuhi hanya menjaga jarak.
Dulu aku
belom mengerti kenapa orangtuaku begitu keras dan tegas dalam mengajarkan
masalah agama. Dari aku TK, udah disuruh ngaji Iqra sore2 dimasjid bukan maen
sepeda sama anak-anak, dan diajari shalat. kecepetan, ulangi lagi.
Sekarang aku
baru mengerti, dari SD aku sudah belajar Al-Quran tak lagi iqra, sejak SD aku
bisa belajar mengaji sendiri dirumah, sekarang pun aku sudah mampu membaca
dengan lancar dan hal itu semata-mata agar aku selalu inget waktu shalat,
selalu berpegang pada Agama Allah dalam hidup hingga seiring berjalannya waktu
menjadi anak Shaleha. AMIINN.
Dulu aku
belom mengerti kenapa aku tiap libur selalu ada tugas nyapu, ngepel, nyikatin
kamar mandi, cuci piring, kalau belom bersih ulangi lagi. Dan berbagai kegiatan
rumah tangga lainnya
Sekarang aku
baru sadar semenjak aku hidup nge kos sendiri. Aku bisa menyapu mengepel
sendiri, memasang sprei tempat tidur dengan benar, nyikatin kamar mandi dan
lagi-lagi dengan TUNTAS hingga benar2 terlihat bersih. Beres-beres bersih
bersih bukanlah lagi suatu beban.
Yaaa dan
masih banyak lagi bagaimana orangtuaku mendidik yang dulu belom pernah aku
sadari karena dulu aku masih lugu. Aku belum tau apa maksud dari
didikan-didikan itu. Tapi sekarang aku sudah beranjak dewasa, aku baru
merasakan itu semua. Aku yang sekarang, semata-mata karena didikan orang tuaku
yang begitu sempurna. Terima Kasih mah, bah jika dulu bilah dimanja mungkin
tidak akan seperti sekarang ini, akan terlalu sering terlibat masalah-masalah
yang akan mengecewakan kalian dan pergaulan2 yang tak tepat.
Biarkan saja
orang-orang dulu menyebutku CUPU, GA GAUL, dsb. Ga pernah jalan sm temen2,
istirahat sekolah dikelas dengan memakan bekal, terkadang menjajakan makanan
kekelas2 demi uang saku.
Tapi
sekarang aku tak seperti itu lagi, orang melihatku “Normal” masih bergaul,
mudah beradaptasi, humoris. Mereka tak mengerti itu karena hasil didikan orang
tuaku yang begitu SEMPURNA.. mereka mengajari aku mendapat kepercayaan itu
bukan hal mudah sehingga aku lebih memegang kepercayaan dari mereka, menjadi
anak yang Alhamdulillah lurus-lurus aja jalannya, ga terlibat masalah2 aneh
yang membuat mereka kecewa pasti.
Terima
Kasiah Mah, Terima Kasih bah..
Berkat
kalian aku menjadi seperti ini sekarang, aku akan mencoba menjadi yang terbaik
untuk kalian..
Terima Kasih
telah melindungiku dari kecil dengan cara yang tak terduga.
Terima Kasih
ya Allah..
Karena-Mu
aku terlindung dari segala petaka didunia ini yang bisa menghancurkan jalan
hidupku yang sudah kutempuh.
Terima kasih
telah melindungiku dari segala godaan marabahaya disaat aku harus merantau
sendirian tanpa lindungan secara langsung orangtuaku lagi.
Doaku :
Ya Allah, lindungilah orang tuaku disana dalam naungan-Mu, bahagiakanlah mereka, Ampuni dosa-dosa mereka karena mereka malaikat untukku dan begitu mulia dimataku, Sayangi mereka.
Ya Allah, perkuat imanku disini, lindungi aku, berikan aku kemudahan dan kelancaran dalam menggapai mimpi besarku untuk orang tuaku tercinta.
Ya Allah panjangkanlah umur kami. Amin ya Rabbal Alamin.