When you read my blog, you will know a little more about my 'world'. Its my Story. My Blog just for sharing
Sabtu, Desember 19, 2015
Jumat, September 18, 2015
Ketika aku merasa tak dibutuhkan
Halooo Readers, longtime no see. Setelah beberapa bulan sempat vakum, sekarang mau sharing lagi.
Masih tentang dia, seorang yang sama, Alhamdulillah ga berubah..
Ketika aku merasa tak dibutuhkan olehmu
Ketika aku merasa hanya menjadi bebanmu
Ketika aku merasa aku belumlah pantas menjadi pendampingmu
Ketika aku merasa bukanlah pasangan yang baik untukmu
Ketika aku merasa tak ada keikhlasan antara kita
Ketika aku merasa rasa sayangmu mulai memudar perlahan
Hei Sayang...
Aku harap itu hanya perasaanku sesaat
Aku harap itu hanya imajinasiku belaka
Aku harap itu hanya pikiranku yang tak menentu
Aku harap itu semua hanyalah tipu
Aku harap maksudmu tidaklah untuk menyakiti
Aku harap hanya cara bicaramu yang tak kupahami
Sayang...
Ketika kamu mengatakan "bosan bahasa kasarnya"
Ketika kamu mengatakan "kalau aku lagi badmood....."
Saat itu hanya satu kesimpulanku
hanya satu kesimpulan yang bahkan hingga detik ini belum kutemui jawabnya
Ketika dirimu dirundung masalah, dan
ketika kamu mulai menghindariku
Aku merasa, hanyalah beban untukmu
Aku merasa, bukanlah aku pacar yang baik untukmu
tak layakkah aku menjadi teman berbagi untukmu?
tak akan mampukah aku memperbaiki mood pacarku sendiri?
ataukah mungkin aku hanya memperburuk?
bukankah diriku pasangan yang kamu butuhkan?
Sayang...
Entah apa yang kurasakan saat itu.
Aku marah, jujur... tapi rasa sakitku melebihi emosiku sendiri
Jika aku memang hanyalah beban, ingin ku lepas dirimu perlahan
tapi apa dayaku sayang, aku tak mampu untuk itu
aku hanya mampu berdiam, membisu, mengucap kata maaf ribuan kali
membisikkan sebait dua bait doa dalam tetasan air mata
karena rasa sayangku yang tak mampu ku jabarkan
Hei Sayang
Aku harap itu hanyalah kesalahpahaman diantara kita
Aku harap itu hanyalah kemungkinan yang tak mungkin
Aku hanya ingin menjadi pasangan terbaik untukmu
Aku hanya ingin menjadi wanitamu yang kau butuhkan
Aku hanya ingin melukis senyum mu di setiap hari mu
Aku hanya ingin menjadi semangatmu menjadi bagian dari motivasimu
Aku hanya ingin menjadi ratumu, menjadi bidadarimu selamanya
Maaf sayang, jika aku belum mampu untuk itu
Dapatkah aku meminta?
meminta waktumu untuk menungguku?
Aku akan berjuang untuk itu dan untukmu
Karena melepas aku tak sanggup, hanya bertahan yang ku sanggup lakukan
Tegur aku, jika aku salah. Marahi aku jika aku tak serius berjuang
Ajari aku untuk ku mampu menjadi wanitamu yang akan selalu kau rindukan nantinya
Ajari aku untuk menjadi wanita yang kau butuhkan dalam hidupmu
Maaf untuk semuanya.
Masih tentang dia, seorang yang sama, Alhamdulillah ga berubah..
Ketika aku merasa tak dibutuhkan olehmu
Ketika aku merasa hanya menjadi bebanmu
Ketika aku merasa aku belumlah pantas menjadi pendampingmu
Ketika aku merasa bukanlah pasangan yang baik untukmu
Ketika aku merasa tak ada keikhlasan antara kita
Ketika aku merasa rasa sayangmu mulai memudar perlahan
Hei Sayang...
Aku harap itu hanya perasaanku sesaat
Aku harap itu hanya imajinasiku belaka
Aku harap itu hanya pikiranku yang tak menentu
Aku harap itu semua hanyalah tipu
Aku harap maksudmu tidaklah untuk menyakiti
Aku harap hanya cara bicaramu yang tak kupahami
Sayang...
Ketika kamu mengatakan "bosan bahasa kasarnya"
Ketika kamu mengatakan "kalau aku lagi badmood....."
Saat itu hanya satu kesimpulanku
hanya satu kesimpulan yang bahkan hingga detik ini belum kutemui jawabnya
Ketika dirimu dirundung masalah, dan
ketika kamu mulai menghindariku
Aku merasa, hanyalah beban untukmu
Aku merasa, bukanlah aku pacar yang baik untukmu
tak layakkah aku menjadi teman berbagi untukmu?
tak akan mampukah aku memperbaiki mood pacarku sendiri?
ataukah mungkin aku hanya memperburuk?
bukankah diriku pasangan yang kamu butuhkan?
Sayang...
Entah apa yang kurasakan saat itu.
Aku marah, jujur... tapi rasa sakitku melebihi emosiku sendiri
Jika aku memang hanyalah beban, ingin ku lepas dirimu perlahan
tapi apa dayaku sayang, aku tak mampu untuk itu
aku hanya mampu berdiam, membisu, mengucap kata maaf ribuan kali
membisikkan sebait dua bait doa dalam tetasan air mata
karena rasa sayangku yang tak mampu ku jabarkan
Hei Sayang
Aku harap itu hanyalah kesalahpahaman diantara kita
Aku harap itu hanyalah kemungkinan yang tak mungkin
Aku hanya ingin menjadi pasangan terbaik untukmu
Aku hanya ingin menjadi wanitamu yang kau butuhkan
Aku hanya ingin melukis senyum mu di setiap hari mu
Aku hanya ingin menjadi semangatmu menjadi bagian dari motivasimu
Aku hanya ingin menjadi ratumu, menjadi bidadarimu selamanya
Maaf sayang, jika aku belum mampu untuk itu
Dapatkah aku meminta?
meminta waktumu untuk menungguku?
Aku akan berjuang untuk itu dan untukmu
Karena melepas aku tak sanggup, hanya bertahan yang ku sanggup lakukan
Tegur aku, jika aku salah. Marahi aku jika aku tak serius berjuang
Ajari aku untuk ku mampu menjadi wanitamu yang akan selalu kau rindukan nantinya
Ajari aku untuk menjadi wanita yang kau butuhkan dalam hidupmu
Maaf untuk semuanya.
Rabu, Mei 13, 2015
Terima Kasih karena jarang mengucap kata 'Cinta'
Bersamamu...
jauh dari apa yang pernah ku bayangkan sebelumnya
berucap kata cinta setiap harinya
mengucapkan 'selamat malam' sayang
atau sekedar berkirim pesan 'selamat pagi'
Ah, jangankan kata-kata 'I Love You' dari bibirmu
mungkin itu amat langka untuk ku dengar.
Buatku? Tak Masalah..
Mungkin, dengan itu kata 'Cinta' tak menjadi basi
Aku tak butuh ucapan itu tiap harinya
Namun terima kasih karena sikapmu cukup meyakinkan diriku
bahwa kamu menyayangiku sebagaimana mestinya
Namun ada masanya, aku merindukan kata 'I Love you' terucap
aku tak menuntut.
hingga sekian lama bersamamu, rasanya kata 'Cinta' menjadi begitu asing
Ketika mungkin secara tak terduga, kau berucap 'I love you'
saat itu juga, aku merasa tak sanggup berkata-kata
kata-kata asing itu menjadi suatu kata bernilai untuk diriku
untuk diriku tersenyum tanpa alasan
untuk diriku merasa benar-benar dicinta
untuk diriku diam tanpa kata hanya berucap 'Love you too' dalam diam
Terima kasih karena telah jarang mengucap kata 'Cinta' hingga terdengar asing
Terima kasih karena telah membuat kata 'Cinta' menjadi begitu berharga didengar
Terima kasih karena telah mengajarkanku 'Cinta' tak hanya sekedar kata
Terima kasih karena telah mengisi makna pada kata-kata 'Cinta'
Thank You For Loving Me
and I Love you too Beib :)
jauh dari apa yang pernah ku bayangkan sebelumnya
berucap kata cinta setiap harinya
mengucapkan 'selamat malam' sayang
atau sekedar berkirim pesan 'selamat pagi'
Ah, jangankan kata-kata 'I Love You' dari bibirmu
mungkin itu amat langka untuk ku dengar.
Buatku? Tak Masalah..
Mungkin, dengan itu kata 'Cinta' tak menjadi basi
Aku tak butuh ucapan itu tiap harinya
Namun terima kasih karena sikapmu cukup meyakinkan diriku
bahwa kamu menyayangiku sebagaimana mestinya
Namun ada masanya, aku merindukan kata 'I Love you' terucap
aku tak menuntut.
hingga sekian lama bersamamu, rasanya kata 'Cinta' menjadi begitu asing
Ketika mungkin secara tak terduga, kau berucap 'I love you'
saat itu juga, aku merasa tak sanggup berkata-kata
kata-kata asing itu menjadi suatu kata bernilai untuk diriku
untuk diriku tersenyum tanpa alasan
untuk diriku merasa benar-benar dicinta
untuk diriku diam tanpa kata hanya berucap 'Love you too' dalam diam
Terima kasih karena telah jarang mengucap kata 'Cinta' hingga terdengar asing
Terima kasih karena telah membuat kata 'Cinta' menjadi begitu berharga didengar
Terima kasih karena telah mengajarkanku 'Cinta' tak hanya sekedar kata
Terima kasih karena telah mengisi makna pada kata-kata 'Cinta'
Thank You For Loving Me
and I Love you too Beib :)
Selasa, April 07, 2015
Karena dibalik Senyum, Selalu Ada Tawa
See? Di foto ini, kita tersenyum sangat amat manis, lembut.. Beberapa orang diluar sana akan ber-asumsi, kita adalah sekelompok wanita anggun, dengan tutur kata yang lembut. Namun mereka tak salah, hanya saja yang mereka tak ketahui, kita sangat amat pandai menyembunyikan tawa gila kita. Ketika kita sudah bersama maka tak kenal tempat dan waktu kita akan tertawa mentertawakan kebodohan kita sendiri.
Kita mampu tersenyum sangat amat manis nan cantik difoto namun kita juga sangat amat mampu bertingkah gila, seperti halnya anak kecil yang memiliki dunia nya sendiri. Ketika kita tertawa mentertawakan kebodohan kita sendiri, aku tak malu, aku bahagia. Aku tak peduli pada orang diluar sana memandang kita.
Ah, tak banyak yang mampu kutulis mengeni kalian. Mulutku mendadak bisu, Tanganku mendadak kaku karena terlalu banyak cerita tentang kalian. Tapi satu yang perlu kalian tahu. Aku sangat amat bersyukur dipertemukan dengan kalian, Aku bahagia, kalian menjadi penghibur melepas penatnya tugas-tugas kuliah, berbagai mata kuliah sulit nan abstrak, hingga skripsi. Entah apa yang mepersatukan kita sebelumnya, itu menjadi tanda tanyaku hingga saat ini namun aku tak butuh jawabnya. Yang aku butuhkan selalu senyum dan tawa kalian hingga nanti kita semakin menua karena itu yang akan menjadi salah satu bagian terindah dalam cerita-ceritaku, bagian yang akan selalu membuatku tertawa sendiri ketika mengingatnya.

Tak terasa yaa.. kita sudah berada di semester akhir, Entah beberapa bulan lagi, kita akan memiliki kesibukan yang berbeda, tak lagi kesibukan yang sama ketika kuliah-kuliah dulu. Entah pada bulan apa, nantinya kita akan berpisah, kembali ke kota kita masing-masing, menggapai cita-cita masing-masing.
Jujur, sedih jika aku harus mengingatnya, entah dapatkah aku menemukan sekelompok sahabat seperti kalian tak mengenal apa itu "jaga image" disaat kita sedang bersama nantinya?
satu pesanku untuk kalian, para sahabatku, Terima kasih kesediaan kalian tersenyum dan tertawa bersamaku, kesediaan kalian untuk meng'gila' bersama, kesediaan kalian membuang apa itu rasa malu ketika kita telah bersama, Terima kasih telah selalu menyediakan telinga yang mendengar segala cerita tak berbatas, menyediakan mulut yang akan selalu mengoceh tiada henti dan Terima Kasih telah menjadi sahabat ditengah padatnya kesibukan serta aktifitas, aku bersyukur harus bersahabat dengan kalian. Entah dimanapun nanti kita berada, entah ditempat maupun waktu yang berbeda tetaplah menjadi sahabat yang akan selalu kurindukan. Yang akan tetap meng'gila' bersama ketika kita berkumpul. I will miss you cewe-cewe cantik
Karena kamu yang akan ku perjuangkan :)
Ada satu pernyataan sederhana yang pernah kau ucap.
Ada dua sisi, ada positif ada negatif. Kata orang mungkin tergantung dari kacamata mana kita menilai.
Oke karena pernyataan ini terlontar dari mulutmu, aku mencoba melihatnya dari sisi positif.
Ada dua sisi, ada positif ada negatif. Kata orang mungkin tergantung dari kacamata mana kita menilai.
Oke karena pernyataan ini terlontar dari mulutmu, aku mencoba melihatnya dari sisi positif.
Ketika kau berucap "takutnya kalau kita ga jadi....."
entah sadar atau tidak kah kamu kalimat itu sedikit menyakitkan hatiku.
Ragukah kamu? aku terdiam memikirkan berbagai kemungkinan, mengartikan beberapa pertanyaan.
Jujur, aku ingin sekali mengenal keluargamu, mencoba masuk dalam keluargamu, entah kapan kau berani mengenalkanku. Cepat ataupun lambat jika kita serius kita akan mengenalkan pada keluarga. Nantinya hubungan ini bukan hanya tentang aku dan kamu tapi juga tentang keluargaku dan keluargamu.
Jujur, aku ingin sekali mengenal keluargamu, mencoba masuk dalam keluargamu, entah kapan kau berani mengenalkanku. Cepat ataupun lambat jika kita serius kita akan mengenalkan pada keluarga. Nantinya hubungan ini bukan hanya tentang aku dan kamu tapi juga tentang keluargaku dan keluargamu.
Tetapi aku mencoba menerka meredam ego mengontrol emosi.
Mungkin kita memang memiliki pola pikir dan cara yang berbeda,
aku tak bisa memaksamu mengikuti pola pikir dan caraku begitupun kamu.
Yang kita perlukan hanya saling memahami dan menyeimbangkan.
Yang kita perlukan hanya saling memahami dan menyeimbangkan.
Sedikit demi sedikit aku mulai paham. Kita tak pernah tahu bagaimana kamu dan aku esok hari esok lusa beberapa bulan lagi dan selanjutnya.
Ada tanya dan jawaban sederhana
Kamulah harapanku? YA !
Inginkah aku menua bersamamu? YA !
Siapkah aku menjadi makmum-mu kelak? YA !
Sediakah aku dibimbing olehmu, menuruti kata-katamu? YA !
Yakinkah aku kelak itu semua pasti akan terjadi? Ah sayang jawabanku "tidak" bukan, bukan berarti aku ragu padamu namun aku tak pernah tahu rencana terbaik dan terbesar Tuhan untukku.
Aku memang ingin menjadi yang terakhir dan kamu menjadi yang terakhir tapi aku tak mampu yakinkan dengan pasti itu akan terjadi.
Terima kasih telah menyadarkanku. Aku masih percaya jodoh dapat diusahakan.
Kamulah harapanku? YA !
Inginkah aku menua bersamamu? YA !
Siapkah aku menjadi makmum-mu kelak? YA !
Sediakah aku dibimbing olehmu, menuruti kata-katamu? YA !
Yakinkah aku kelak itu semua pasti akan terjadi? Ah sayang jawabanku "tidak" bukan, bukan berarti aku ragu padamu namun aku tak pernah tahu rencana terbaik dan terbesar Tuhan untukku.
Aku memang ingin menjadi yang terakhir dan kamu menjadi yang terakhir tapi aku tak mampu yakinkan dengan pasti itu akan terjadi.
Terima kasih telah menyadarkanku. Aku masih percaya jodoh dapat diusahakan.
Aku memanglah ragu nantinya kita akan bersatu tapi bukan berarti tak bisa ku usahakan,
Dan lucunya ini membuatku semakin ingin berjuang lebih keras dari biasanya
memanjatkan doa lebih dari biasanya, menyebut namamu dalam doaku lebih sering dari biasanya
Dan lucunya ini membuatku semakin ingin berjuang lebih keras dari biasanya
memanjatkan doa lebih dari biasanya, menyebut namamu dalam doaku lebih sering dari biasanya
Aku akan berjuang untukmu semaksimal aku mampu berjuang,
aku harap kau lakukan hal yang sama untuk kita sama-sama berusaha.
Dan aku menunggu, menunggu.....
Waktu akan menyingkap semuanya
Tuhan akan menjawab segalanya
Jikalau doa dan usaha kita didengar, kelak kita pasti akan bersatu di waktu yang tak pernah kita tahu.
Jikalau tidak, setidaknya aku pernah memperjuangkanmu dan itu tak akan pernah kusesali, karena dari situ aku percaya aku telah banyak belajar untukku lebih dewasa
Waktu akan menyingkap semuanya
Tuhan akan menjawab segalanya
Jikalau doa dan usaha kita didengar, kelak kita pasti akan bersatu di waktu yang tak pernah kita tahu.
Jikalau tidak, setidaknya aku pernah memperjuangkanmu dan itu tak akan pernah kusesali, karena dari situ aku percaya aku telah banyak belajar untukku lebih dewasa
Kamis, April 02, 2015
Walau aku dan kamu bukan yang pertama singgah di Hati...
Pertemuan kita beberapa bulan silam memang tak pernah kuduga sebelumnya. Kita yang sama-sama menimba ilmu di satu universitas yang sama, tinggal di kota yang sama, kala itu kita belum mengerti Tuhan akan meramu 'aku' dan 'kamu' menjadi 'kita'
Aku dan kamu adalah mahasiswa beda jurusan dengan segudang kesibukan tugas kuliah yang berbeda. Hingga akhirnya kita bertemu dipagi hari, aku tanpa sepoles bedak belum tersiram air dengan pakaian seadanya. Ya, kita berkenalan lewat seorang temanku dan temanmu,
Pertemuan kita biasa saja saat itu, aku bahkan belum membuka hati dan masih terjebak dalam lingkar masa lalu ku. Ya, hingga waktu yang tanpa kusadari memaksaku untuk menerima hadirmu.
Ditengah kesibukan yang menghampiri, kita sempatkan untuk bersua atau berbincang. Entahlah mungkin sebagai pengisi energi di tengah penatnya pikiran akan tugas-tugas kuliah yang menumpuk. Tawamu yang memaksa masuk dalam relung hatiku yang telah lama aku tutup, tawaku yang tak pernah kamu bosan dengarkan.
Ya, saat itu hati ku pun belum mendeteksi kamulah yang selanjutnya akan singgah dihatiku hingga aku dan kamu telah berubah menjadi kita
aku sadar, aku bukanlah wanita pertama yang masuk dan menjelahi relung-relung hatimu, begitupun kamu yang kala itu masih mencoba membuka gerbang pintu hati yang telah lama ku tutup. Namun usahamu tak sia-sia, sayang.
Aku sadar, bukan tubuhkulah yang pertama kali kamu peluk erat, Ada tubuh wanita lain sebelum aku yang pernah kau peluk erat hingga tak ingin kamu lepaskan
Bukan tangankulah dan jemariku yang kau genggam erat pertama kali. begitupun dengan dirimu, sebelum mu ada sosok pria lain yang kujaga mati-matian hingga tak ingin kulepas
Terkadang, aku menabung cemburu tak beralasan akan masa lalumu, namun pantaskah aku mencumburui masa lalumu, haruskah aku berterima kasih kepada wanita-wanita yang pernah singgah dihatimu karena jasa mereka menjalankan peran mereka dengan sempurna menjadikan sosokmu kini yang jauh lebih dewasa.
Ah, maafkan aku sayang, hanya segenggam kesedarhanaan yang kubawa ketika bersemayam di hatimu, maafkan aku jika harus aku gadis biasa saja yang kau temui, maafkan jika aku tak sesempurna wanita-wanita sebelumnya. Namun percayalah, aku selalu berusaha untuk membuatmu bahagia karena inginku menua dihatimu. Izinkan aku menetap dihatimu selamanya, menjadi wanita terakhir yang bersemayam di hatimu hingga kita mengucap janji suci sehidup semati nantinya. Dapatkah?
Aku dan kamu adalah mahasiswa beda jurusan dengan segudang kesibukan tugas kuliah yang berbeda. Hingga akhirnya kita bertemu dipagi hari, aku tanpa sepoles bedak belum tersiram air dengan pakaian seadanya. Ya, kita berkenalan lewat seorang temanku dan temanmu,
Pertemuan kita biasa saja saat itu, aku bahkan belum membuka hati dan masih terjebak dalam lingkar masa lalu ku. Ya, hingga waktu yang tanpa kusadari memaksaku untuk menerima hadirmu.
Ditengah kesibukan yang menghampiri, kita sempatkan untuk bersua atau berbincang. Entahlah mungkin sebagai pengisi energi di tengah penatnya pikiran akan tugas-tugas kuliah yang menumpuk. Tawamu yang memaksa masuk dalam relung hatiku yang telah lama aku tutup, tawaku yang tak pernah kamu bosan dengarkan.
Ya, saat itu hati ku pun belum mendeteksi kamulah yang selanjutnya akan singgah dihatiku hingga aku dan kamu telah berubah menjadi kita
aku sadar, aku bukanlah wanita pertama yang masuk dan menjelahi relung-relung hatimu, begitupun kamu yang kala itu masih mencoba membuka gerbang pintu hati yang telah lama ku tutup. Namun usahamu tak sia-sia, sayang.
Aku sadar, bukan tubuhkulah yang pertama kali kamu peluk erat, Ada tubuh wanita lain sebelum aku yang pernah kau peluk erat hingga tak ingin kamu lepaskan
Bukan tangankulah dan jemariku yang kau genggam erat pertama kali. begitupun dengan dirimu, sebelum mu ada sosok pria lain yang kujaga mati-matian hingga tak ingin kulepas
Terkadang, aku menabung cemburu tak beralasan akan masa lalumu, namun pantaskah aku mencumburui masa lalumu, haruskah aku berterima kasih kepada wanita-wanita yang pernah singgah dihatimu karena jasa mereka menjalankan peran mereka dengan sempurna menjadikan sosokmu kini yang jauh lebih dewasa.
Ah, maafkan aku sayang, hanya segenggam kesedarhanaan yang kubawa ketika bersemayam di hatimu, maafkan aku jika harus aku gadis biasa saja yang kau temui, maafkan jika aku tak sesempurna wanita-wanita sebelumnya. Namun percayalah, aku selalu berusaha untuk membuatmu bahagia karena inginku menua dihatimu. Izinkan aku menetap dihatimu selamanya, menjadi wanita terakhir yang bersemayam di hatimu hingga kita mengucap janji suci sehidup semati nantinya. Dapatkah?
Terima kasih telah memujiku cantik bahkan disaat, wajahku tak terkena riasan.
Pertama kali kamu memujiku cantik, wajahku saat itu mungkin terias sempurna, dengan polesan bedak dan lipstik di bibirku. Ah, ku anggap itu hanya penghargaanmu atas usahaku terlihat spesial.Kini, aku tersadar, kau pernah melontarkan pujian bahkan saat wajahku tak terkena polesan makeup dan bibirku tak tersentuh lipstik, Terima kasih telah membuatku merasa spesial bahkan disaat wajahku tak terias sempurna, membuatku paham, kesederhanaan-ku pun tak mengapa. Tapi.. lucunya, ini tetap menambah keinginanku untuk selalu tampil istimewa didepanmu
Dan banyak terima kasihku yang lainnya.
Jika harus kusebutkan satu-satu rasa terimakasihku atas segala hal yang kau lakukan tanpa kecuali, Atas semua yang kamu usahakan untuk kita
tulisan ini tak akan ada akhirnya, mungkin kini kau telah bosan membacanya
Tapi ingatlah satu hal, bahwa aku akan selalu berusaha untuk membalasnya
untuk tetap membuatmu bahagia, membuatmu tertawa.
tetaplah berusaha untuk kita, dan sama-sama berusaha yaa?
Tapi ingatlah satu hal, bahwa aku akan selalu berusaha untuk membalasnya
untuk tetap membuatmu bahagia, membuatmu tertawa.
tetaplah berusaha untuk kita, dan sama-sama berusaha yaa?
Minggu, Maret 29, 2015
Terimakasih telah memilihku dari sekian banyak wanita sempurna
Diluar sana, banyak sekali gadis yang lebih sempurna dariku
Aku pun yakin kau tak buta untuk melihat itu semua
Tapi.. Terima kasih kau tetap memilihku untuk bersamamu
Tetap memilih untuk mencintaiku apa adanya dengan sederet kekuranganku
Sampai hari ini aku terkadang masih tak percaya kita masih bersama
aku masih sering terdiam ketika senyum manismu masihlah untukku
aku masih tetap saja tak mampu berkata ketika pelukmu masihlah sangat erat
aku masih saja berbunga ketika sentuhanmu masihlah lembut
kekuranganku begitulah sangat amat banyak, mungkin tak cukup jika dihitung dengan hitungan jari
Tapi dengan semua itu tak sedikitpun kau berniat meninggalkanku
Sayang, diluar sana begitu banyak gadis yang lebih istimewa.
Tapi terimakasih sudah bertahan, meskipun aku jauh dari kata sempurna
Izinkan aku mengucap syukur atas kehadiranmu di setiap waktuku. Pendampinganmu membuat hariku lebih berwarna, rutinitasku tak lagi terasa membosankan.
Terima kasih sayang, untuk semua yang kau berikan padaku.
Untuk segala bentuk perhatian kecilmu yang membuatku merasa dicinta
Untuk segala waktumu ditengah padatnya aktifitas
Untuk segala tingkah mu yang membuatku disayang
Untuk telinga yang selalu tersedia untuk setiap perbincangan
Untuk tatapan matamu yang selalu memujaku
Untuk mulut yang tak pernah sekalipun mengeluhkanku
Untuk gandengan kekar tanganmu setiap kali kita berjalan
Untuk genggaman tanganmu seakan tak ingin melepasku
Untuk rengkuhan lingkar tanganmu dipinggangku dengan amat mesra
Untuk kesetiaanmu yang kau putuskan ketika memiliki-ku
Untuk kecupan tulusmu yang mampu membuatku berada dilangit ketujuh
Untuk senyummu yang selalu kusuka ketika melihatnya
Untuk tawamu yang selalu membuatku jatuh cinta ketika mendengarnya
Bersamamu, aku tahu akan selalu ada banyak hal untuk memperjuangkan hubungan ini
Disisimu aku punya segudang alasan untuk aku bertahan tak peduli terkadang keadaan atau sekali pikiran nakalku meminta untuk melepasmu
Maafkan aku sayang, kau memang didampingi wanita yang jauh dari kata sempurna namun terima kasih kau percaya rasaku sempurna
Diluar sana, aku yakin kau tak buta dan kau amatlah sadar. masih banyak wanita yang lebih sempurna wanita yang yang lebih cantik dariku layaknya bidadari dari khayangan, dengan fisik layaknya model, lebih anggun perangainya, lembut tutur katanya, lebih ahli memanjakan-mu, lebih berani mengungkap segala perasaan memiliki segudang kata-kata manis dan perhatian.
Aku sadar, Kau selalu punya pilihan, sayang, kau sangat amat mampu mencari yang lebih baik dengan perangai yang lebih menawan dan wajah lebih rupawan. Tapi padaku kau tetap memilih untuk terus bersama menemani harimu. Terima kasih karena telah mengajarkanku arti dicinta dan mencintai dalam kesederhanaan. Terima kasih untuk kelapangan hati menerima wanitamu yang jauh dari kata sempurna yang tak cantik dan manis ini. Terima kasih telah berhasil menggenapkanku
Aku pun yakin kau tak buta untuk melihat itu semua
Tapi.. Terima kasih kau tetap memilihku untuk bersamamu
Tetap memilih untuk mencintaiku apa adanya dengan sederet kekuranganku
Sampai hari ini aku terkadang masih tak percaya kita masih bersama
aku masih sering terdiam ketika senyum manismu masihlah untukku
aku masih tetap saja tak mampu berkata ketika pelukmu masihlah sangat erat
aku masih saja berbunga ketika sentuhanmu masihlah lembut
kekuranganku begitulah sangat amat banyak, mungkin tak cukup jika dihitung dengan hitungan jari
Tapi dengan semua itu tak sedikitpun kau berniat meninggalkanku
Sayang, diluar sana begitu banyak gadis yang lebih istimewa.
Tapi terimakasih sudah bertahan, meskipun aku jauh dari kata sempurna
Jika berbicara soal cantik, aku bukanlah wanita dengan kecantikan yang layak dipuja bak ratu.
Penampilanku selalu apa adanya, aku bukanlah wanita yang pandai berias, atau seringkali menggunakan pakaian modis, mentereng, ataupun gaun-gaun cantik, Bersamaku kau tak mendapatkan kemewahan memandang gadismu dengan segala macam polesan makeup. Kau mungkin telah hafal dengan kebiasaanku, terkadang hanya polesan bedak dan sedikit lipstik di bibirku dan paling maksimal segores eyeliner di mataku dengan pakaian seadanya, Setelan kaos dengan cardigan/jaket/kaos panjang dan celana jins. Perlu kau tahu, seringkali aku sangat ingin terlihat cantik ketika bertemu denganmu atau jalan bersamamu, berkaca lebih lama dari biasanya semata agar kau tak akan malu berdampingan denganku namun maaf aku bukanlah perias handal nan ahli ataupun tata busana profesional yang dapat memukau orang disekitar dengan penampilan seadaku tapi terima kasih kau tak malu menunjukkan pada dunia luar akulah pacarmu.
Bagaimanapun penampilanku hari itu selalu kutemukan senyum manismu setiap kali mata kita bertemu, selalu kulihat antusiasmu ketika kakiku melangkah menyampiri dirimu yang sedang menungguku. Terima kasih tetap memujaku cantik walaupun aku tak secantik ratu elizabeth, ratu manapun didunia ataupun ratu di dunia khayal
Jika berbicara mengenai lembut tutur kata, aku tetap saja menjadi wanita paling bawel dengan suara lantang-ku
Perjalanan menuju tempat tujuan kita, menjadi sarana untuk aku berbicara tanpa henti, kukeluhkan segala hal yang membuatku sebal hari itu, kutertawakan kebodohanku hari itu, kuceritakan semua hariku, atau cerita-cerita tak penting ku yang lainnya. Bersamaku kau akan selalu mendengan ocehanku yang aku tahu suaraku amat cempreng acap kali mendengungkan telinga, tutur kataku mungkin tak selembut wanita anggun diluar sana, tawaku bukanlah tawa elok yang terkadang orang akan bergidik ngeri mendengarnya. Namun tak sedikitpun kau pernah mengeluh mendengar segala ocehanku, tawaku, bahkan pernah dengan ringannya kau bilang hanya ingin mendengar suaraku. hei, sayang, maaf aku tak memiliki suara seindah suara penyanyi diluar sana.
Apapun ocehanku hari itu selalu kutemukan dirimu yang terkadang tertawa, tersenyum mendengar segala sesuatu yang terucap dari bibirku,. Terima kasih telah membuatku merasa special
Berbicara soal fisik, aku bukanlah wanita dengan fisik bak model dengan tinggi dan tubuh langsing.
Ketika, angka ditimbangan berat badanku sedang naik, tubuhku yang sedang gemuk-gemuknya. kau bahkan sama sekali tak pernah protes atau melihatku dengan picingan mata. Kau tetap dengan erat memelukku, dengan hangat merengkuh pinggangku yang kuyakin semakin berisi dan tak lagi ramping. Kau tetap lembut menyentuh pipiku dan mengecupku yang kutau tak jarang dipenuhi dengan jerawat2 kecil disana sini
Bagaimapaun fisikku saat itu, Terima kasih kau tetap menganggapku sebagai 'princess' mu meski aku yakin, aku jauh berbeda dengan tokoh-tokoh princess di disney.
Berbicara soal perhatian, Aku bukanlah wanita dengan segudang perhatian
Kau tak pernah mendapatkan ucapan selamat pagi di setiap bangun tidurmu, namun percayalah setiap pagi aku membuka mata, aku tak pernah lupa padamu.
Kau mungkin akan sangat jarang menerima ucapan selamat malam, selamat tidur, namun percayalah sebelum ku pejamkan matamu aku berdoa untukmu agar mimpimu indah
Kau mungkin tak pernah mendapatkan wanitamu mengingatkan "jangan lupa makan, jangan lupa shalat, atau peringatan sederhana lainnya" namun percayalah aku selalu berharap harimu baik-baik saja
Ketika kau sedang sakit, kau tak akan dapatkan wanitamu menghampirimu mencurahkan segala perhatian, namun percayalah, dibalik kata sederhana "cepat sembuh" dariku mataku menahan airmata dikala tau kau dalam kondisi tak sehat. hatiku tak henti mengucap doa agar esok hari kau sudah sehat seperti sedia kala.
kau mungkin akan sangat amat jarang mendengar kata cinta, sayang, rindu dari bibirku karena gengsiku yang seringkali tak bersahabat ini, namun percayalah aku selalu ucapkan itu dalam diamku karena cintaku memiliki bentuk yang sempurna, sayangku tanpa celah, dan rinduku tanpa alasan.
Maafkan aku, jika sebagai wanitamu, aku terlihat sangat amatlah cuek, tapi.. terimakasih kau tetap menerimaku dan tak pernah mempermasalahkan itu
Padamu kutemukan rute pulang dan kebahagiaan
Kau bahkan pernah bilang saat usia segini yang terpenting rasa nyaman. Oh sayang, pria mana yang bisa bertekuk lutut, dan jatuh cinta hanya karena rasa nyaman? Dulu aku memang tak percaya, tapi kau buktikan kata-katamu sayang.
Kau seringkali bilang, kau merasa nyaman dan bahagia bersamaku. Tapi tahukah sayangku, sesungguhnya pada dada bidangmu aku pun menemukan rute pulang, Pada tatapmu, pelukmu ku temukan kenyamanan dan kebahagiaan yang luar biasa. Padamu kutemukan pendamping yang selalu berhasil mempuatku tersipu. Terima kasih karena telah menjadikanku wanita yang amat beruntung telah memilikimu
![]() |
| Terima kasih atas segala kebersamaan yang kau beri dengan sederhana namun terlalu istimewa |
Terima kasih sayang, untuk semua yang kau berikan padaku.
Untuk segala bentuk perhatian kecilmu yang membuatku merasa dicinta
Untuk segala waktumu ditengah padatnya aktifitas
Untuk segala tingkah mu yang membuatku disayang
Untuk telinga yang selalu tersedia untuk setiap perbincangan
Untuk tatapan matamu yang selalu memujaku
Untuk mulut yang tak pernah sekalipun mengeluhkanku
Untuk gandengan kekar tanganmu setiap kali kita berjalan
Untuk genggaman tanganmu seakan tak ingin melepasku
Untuk rengkuhan lingkar tanganmu dipinggangku dengan amat mesra
Untuk kesetiaanmu yang kau putuskan ketika memiliki-ku
Untuk kecupan tulusmu yang mampu membuatku berada dilangit ketujuh
Untuk senyummu yang selalu kusuka ketika melihatnya
Untuk tawamu yang selalu membuatku jatuh cinta ketika mendengarnya
Bersamamu, aku tahu akan selalu ada banyak hal untuk memperjuangkan hubungan ini
Disisimu aku punya segudang alasan untuk aku bertahan tak peduli terkadang keadaan atau sekali pikiran nakalku meminta untuk melepasmu
Maafkan aku sayang, kau memang didampingi wanita yang jauh dari kata sempurna namun terima kasih kau percaya rasaku sempurna
Diluar sana, aku yakin kau tak buta dan kau amatlah sadar. masih banyak wanita yang lebih sempurna wanita yang yang lebih cantik dariku layaknya bidadari dari khayangan, dengan fisik layaknya model, lebih anggun perangainya, lembut tutur katanya, lebih ahli memanjakan-mu, lebih berani mengungkap segala perasaan memiliki segudang kata-kata manis dan perhatian.
Aku sadar, Kau selalu punya pilihan, sayang, kau sangat amat mampu mencari yang lebih baik dengan perangai yang lebih menawan dan wajah lebih rupawan. Tapi padaku kau tetap memilih untuk terus bersama menemani harimu. Terima kasih karena telah mengajarkanku arti dicinta dan mencintai dalam kesederhanaan. Terima kasih untuk kelapangan hati menerima wanitamu yang jauh dari kata sempurna yang tak cantik dan manis ini. Terima kasih telah berhasil menggenapkanku
Dari wanitamu, dengan segala kekurangan
dan rasa yang akan selalu bertahan
serta impian bersamamu yang tak pernah putus
serta impian bersamamu yang tak pernah putus
Sabtu, Maret 07, 2015
My Dream about you :)
Hallooo......
Long time no see youuu.. pada hari ini jam segini menit segini dan detik ini, nabilah lagi ingin mencurahkan yang kependam di hati. eciyeeee hahaha
about what?
haha you know lah.. its about him, siapa lagi kalo bukan seseorang yang sudah 9 bulan ini berhasil jadi pacar yang baik bingitsss ga pernah bikin kita ribut krn hal sepele (cukup dewasa juga ya kita) hihi dan sukses bikin aku bahagia (makanya nabilah udah mulai susah buat kurus lagi) hihihi.. oke, lupakan.. serius yaa.
dan terakhir, aku meminta dengan amat sangat untuk readers yang baik hati atau siapapun yang numpang lewat, mohon doa nya "Amiin" saja cukup, entah kalian membaca nya ataupun tidak atau cuma sekedar lewat, ucapkan "Amin" saja udah cukup banget, mungkin banyak doa kelak mimpi ini akan menjadi realita. Thank youuu :D
Long time no see youuu.. pada hari ini jam segini menit segini dan detik ini, nabilah lagi ingin mencurahkan yang kependam di hati. eciyeeee hahaha
about what?
haha you know lah.. its about him, siapa lagi kalo bukan seseorang yang sudah 9 bulan ini berhasil jadi pacar yang baik bingitsss ga pernah bikin kita ribut krn hal sepele (cukup dewasa juga ya kita) hihi dan sukses bikin aku bahagia (makanya nabilah udah mulai susah buat kurus lagi) hihihi.. oke, lupakan.. serius yaa.
dan terakhir, aku meminta dengan amat sangat untuk readers yang baik hati atau siapapun yang numpang lewat, mohon doa nya "Amiin" saja cukup, entah kalian membaca nya ataupun tidak atau cuma sekedar lewat, ucapkan "Amin" saja udah cukup banget, mungkin banyak doa kelak mimpi ini akan menjadi realita. Thank youuu :D
Maybe I dont know what do you think what your wish about our relation at the next but Am I wrong if I hope you will be the last? The last people, the last relationship. Can I write in my story, our relationship happy ending? Hey its not about story 'roman picisan', someday my story will be a reality. Now its my big dream to always be with you.
Yesterday, A few months ago when I choose you to be with me, to be part of my life my story. Im serious with my choice, At this time my heart didn't play. Sometimes some people said its hard for us because we are of the same age, I dont care, love is not only about age, right?
when I see your smile, I hear your voice I hear your laugh, when you hold my hand. I hope we can always, always be together. You know?
You're the reason of my happiness, and I'm really really happy if I can be your happiness. Its my dream about us. For now, you can Just to know
smile emn
Thank's for all for your love for your caring for your time for everything I said Thank you. Be Loyal yes ({})
Hey kamu, iya kamu sayang. katanyaa "cinta sejati itu bukan tumbuh namun dibangun"
bolehkah aku mengajakmu untuk membangun bersama apa itu yang namanya 'cinta sejati'.
dan kamu tahu, ketika aku secara tak sengaja melihat quote tentang masa depan tentang siapa yang diinginkan untuk menjadi bagian dari masa depanku. Wajah mu lah yang pertama kali terbayang, Nama mu lah yang pertama kali terucap tanpa perlu aku berfikir panjang.
Terkadang aku bertanya "Why you" mungkin saja jawabannya karena kamu lah sumber bahagia-ku kamu lah kenyamanan yang kucari.
beberapa kali aku bertanya "Mengapa kita baru dipertemukan sekarang? kenapa tidak sejak dulu?" ah entahlah, Tuhan selalu mempunyai alasan mengapa kita dipertemukan saat kita sudah samasama dewasa? Jodoh-kah kita? Amiinn. itulah doa dan mimpi-ku
Ada masa dimana aku pun bertanya "Mengapa kita baru menjalin sebuah hubungan membangun komitmen ketika kita akan sering 'LDR'? Entahlah untuk kita samasama belajar, belajar untuk saling setia, saling percaya. Someday kita mungkin akan menjalani LDR lebih dari ini, selepas kita lulus maybe? Ada rasa takut, tapi aku tak ingin memikirkan itu.
Jika kelak doaku ini didengar, mimpiku diwujudkan dan Jika memang kita dipertemukan untuk dipersatukan aku yakin, kelak kita akan berjumpa lagi, kau datangi keluarga-ku, meminta-ku pada ayahku :) Jarak bukanlah menjadi masalah.
Aku bersyukur, aku harus jatuh cinta padamu
Tak perlu ada yang kusesali tentangmu terhadapmu
Jika, kau ialah akhir, kau yang terbaik
aku rela jika Tuhan menjatuhkan aku sejatuh-jatuhnya
Tak banyak inginku....
Semoga doa-ku ialah doa-mu
Semoga mimpi-ku ialah mimpi-mu
Semoga harap-ku ialah harap-mu
Semoga perjuangan, usaha kita sama
Semoga kelak Allah mempersatukan kita
Minggu, Januari 11, 2015
Bahkan aku pun lupa..
Hei..
inilah menjadi kebiasaanku tiap harinya
Membuka gallery pada hp ku, mencari beberapa foto mu, foto kita dintara foto dan gambar yang lain.
Melihat senyummu di foto itu. Awww aku hanya mampu melukiskan senyum
mengucap kata kata cinta dalam diam ku. iya kamu, seorang kamu yang bahkan dulu pun tak pernah menjadi mimpiku seorang kamu yang bahkan dulu pun tak pernah kusangka.
Terlepas aku sedang rindu padamu ataupun tidak
memandang foto mu menjadi kebiasaan baruku yang bahkan aku pun tak tahu sejak kapan dan bagaimana kebiasaan itu muncul dalam keseharianku. Mungkinkah aku rindu kamu tiap harinya?
Sudah 7 bulan sejak kau meminta dan kita meresmikan hubungan ini ke tahap yang kamu sebut "couple" ah tak berasa yaa sudah lebih dari setengah tahun kau berikan aku kesan dan bahagia. Terkadang jujur saja aku iri melihat sejumlah kawanku yang mencapai hitungan tahun bersama pacarnya, namun ini bukan hanya tentang lamanya waktu. pacaran bukan tentang kompetisi "siapa yang paling lama" namun tentang kebersamaan yang berarti. Suatu hari nanti kita akan merasakan hitungan tahun bukan? Amin, itulah doa dan mimpiku. Mungkin saat itu akan jauh lebih banyak kisah tentang kita.
Berbincang, berbagi kabar, memandang history chat kita, memandang foto-foto mu menjadi kebahagiannku tersendiri yang akupun bahkan tak menyadari sejak kapan bahagia menjadi sangat amat sesederhana itu.
Jarangnya berbagi kabar denganmu tiap harinya mungkin karena kesibukan entahlah tapi bagiku itu bahkan tak menjadi masalah, karena dengan ini aku merasa kita semakin dekat, mengkualitaskan segala bentuk komunikasi dan pertemuan kita.
Hei sayang..
aku tak akan kemana-mana, hatiku pun tak akan mencari 'tempat' lain. entah saat ini ataupun nanti kita terpisah jarak puluhan, ratusan maupun ribuan kilometer. Bagaimana aku mampu untuk kemana-mana ketika kau saja cukup memberikan aku kesan dan bahagia tak henti dan tak terukur yang membuatku lupa sejak kapan dan bagaimana aku bahkan lupa sebelum kamu aku pernah tersakiti, aku pernah kecewa begitu dalam. Bagaimana aku bisa untuk menemukan tempat lain ketika aku menemukan kenyamanan yang luar biasa bahkan untuk mencari pun aku tak terfikir lagi.
Bukan aku tak pernah tersakiti olehmu hanya saja kau yang mampu membuatku jatuh cinta lagi lagi dan lagi, membuatku menyayangimu kembali bagaimana aku bisa melepasmu dengan mudah begitu saja?
Sejak kapan ini aku rasakan? entahlah itu bukanlah sebuah perkara yang harus dibahas yang aku sadari ketika aku telah jatuh cinta padamu dan menyayangimu begitu tulus bukan hanya karena tuntutan kaulah pacarku. sejak kapan? entah aku pun tak tahu setelah berapa lama kita jadi "couple" ini terjadi begitu saja dan perlahan.
Hei sayang..
Terimakasih ku untuk semuanya, tentang bahagia yang kurasa, untuk kenyamanan yang selalu kamu beri, tentang cerita yang kamu tulis di tiap lembaran hidupku. Maaf jika mungkin saja kini aku menyayangimu dengan sangat, aku telah mencoba mengontrol namun apadaya aku tak sanggup melawan perasaan yang semakin terhadapmu tapi aku mencoba untuk tak mematikan segala akal sehat dan logika.
Inginku padamu tak muluk-muluk untuk saat ini. Aku hanya ingin kamu terus merasakan kenyamanan bersamakan seperti nyamanku bersamamu, Aku ingin kamu merasakan bahagia seperti bahagiaku. Udah itu saja cukup karena aku yakin bermula dari kenyamanan dan bahagia kau tak akan kemana-mana, jangankan untuk mencari yang lain, berfikir untuk menemukan 'tempat' baru pun mungkin tidak :)
Longlast yaa dear untuk hubungan kita, jangan pernah pergi aku pun tak akan pernah pergi, jangan lepaskan tangan yang selama ini kau genggam erat, aku tak akan melepasnya akan ku genggam semakin erat
Tuhan jaga hubungan ini jangan lepaskan ia dari dekapanku, jangan pisahkan kami. Sekian lama aku mencari hingga akupun merasa lelah, kini aku telah menemukan, kenyamanan yang selama ini aku rindukan, kebahagiaan yang selama ini aku harapkan. Jadikan ia satu-satunya untukku dan aku satu-satunya untuknya.
inilah menjadi kebiasaanku tiap harinya
Membuka gallery pada hp ku, mencari beberapa foto mu, foto kita dintara foto dan gambar yang lain.
Melihat senyummu di foto itu. Awww aku hanya mampu melukiskan senyum
mengucap kata kata cinta dalam diam ku. iya kamu, seorang kamu yang bahkan dulu pun tak pernah menjadi mimpiku seorang kamu yang bahkan dulu pun tak pernah kusangka.
Terlepas aku sedang rindu padamu ataupun tidak
memandang foto mu menjadi kebiasaan baruku yang bahkan aku pun tak tahu sejak kapan dan bagaimana kebiasaan itu muncul dalam keseharianku. Mungkinkah aku rindu kamu tiap harinya?
Sudah 7 bulan sejak kau meminta dan kita meresmikan hubungan ini ke tahap yang kamu sebut "couple" ah tak berasa yaa sudah lebih dari setengah tahun kau berikan aku kesan dan bahagia. Terkadang jujur saja aku iri melihat sejumlah kawanku yang mencapai hitungan tahun bersama pacarnya, namun ini bukan hanya tentang lamanya waktu. pacaran bukan tentang kompetisi "siapa yang paling lama" namun tentang kebersamaan yang berarti. Suatu hari nanti kita akan merasakan hitungan tahun bukan? Amin, itulah doa dan mimpiku. Mungkin saat itu akan jauh lebih banyak kisah tentang kita.
Berbincang, berbagi kabar, memandang history chat kita, memandang foto-foto mu menjadi kebahagiannku tersendiri yang akupun bahkan tak menyadari sejak kapan bahagia menjadi sangat amat sesederhana itu.
Jarangnya berbagi kabar denganmu tiap harinya mungkin karena kesibukan entahlah tapi bagiku itu bahkan tak menjadi masalah, karena dengan ini aku merasa kita semakin dekat, mengkualitaskan segala bentuk komunikasi dan pertemuan kita.
Hei sayang..
aku tak akan kemana-mana, hatiku pun tak akan mencari 'tempat' lain. entah saat ini ataupun nanti kita terpisah jarak puluhan, ratusan maupun ribuan kilometer. Bagaimana aku mampu untuk kemana-mana ketika kau saja cukup memberikan aku kesan dan bahagia tak henti dan tak terukur yang membuatku lupa sejak kapan dan bagaimana aku bahkan lupa sebelum kamu aku pernah tersakiti, aku pernah kecewa begitu dalam. Bagaimana aku bisa untuk menemukan tempat lain ketika aku menemukan kenyamanan yang luar biasa bahkan untuk mencari pun aku tak terfikir lagi.
Bukan aku tak pernah tersakiti olehmu hanya saja kau yang mampu membuatku jatuh cinta lagi lagi dan lagi, membuatku menyayangimu kembali bagaimana aku bisa melepasmu dengan mudah begitu saja?
Sejak kapan ini aku rasakan? entahlah itu bukanlah sebuah perkara yang harus dibahas yang aku sadari ketika aku telah jatuh cinta padamu dan menyayangimu begitu tulus bukan hanya karena tuntutan kaulah pacarku. sejak kapan? entah aku pun tak tahu setelah berapa lama kita jadi "couple" ini terjadi begitu saja dan perlahan.
Hei sayang..
Terimakasih ku untuk semuanya, tentang bahagia yang kurasa, untuk kenyamanan yang selalu kamu beri, tentang cerita yang kamu tulis di tiap lembaran hidupku. Maaf jika mungkin saja kini aku menyayangimu dengan sangat, aku telah mencoba mengontrol namun apadaya aku tak sanggup melawan perasaan yang semakin terhadapmu tapi aku mencoba untuk tak mematikan segala akal sehat dan logika.
Inginku padamu tak muluk-muluk untuk saat ini. Aku hanya ingin kamu terus merasakan kenyamanan bersamakan seperti nyamanku bersamamu, Aku ingin kamu merasakan bahagia seperti bahagiaku. Udah itu saja cukup karena aku yakin bermula dari kenyamanan dan bahagia kau tak akan kemana-mana, jangankan untuk mencari yang lain, berfikir untuk menemukan 'tempat' baru pun mungkin tidak :)
Longlast yaa dear untuk hubungan kita, jangan pernah pergi aku pun tak akan pernah pergi, jangan lepaskan tangan yang selama ini kau genggam erat, aku tak akan melepasnya akan ku genggam semakin erat
Tuhan jaga hubungan ini jangan lepaskan ia dari dekapanku, jangan pisahkan kami. Sekian lama aku mencari hingga akupun merasa lelah, kini aku telah menemukan, kenyamanan yang selama ini aku rindukan, kebahagiaan yang selama ini aku harapkan. Jadikan ia satu-satunya untukku dan aku satu-satunya untuknya.
Langganan:
Postingan (Atom)



