Minggu, Januari 11, 2015

Bahkan aku pun lupa..

Hei..
inilah menjadi kebiasaanku tiap harinya
Membuka gallery pada hp ku, mencari beberapa foto mu, foto kita dintara foto dan gambar yang lain.
Melihat senyummu di foto itu. Awww aku hanya mampu melukiskan senyum
mengucap kata kata cinta dalam diam ku. iya kamu, seorang kamu yang bahkan dulu pun tak pernah menjadi mimpiku seorang kamu yang bahkan dulu pun tak pernah kusangka.
Terlepas aku sedang rindu padamu ataupun tidak
memandang foto mu menjadi kebiasaan baruku yang bahkan aku pun tak tahu sejak kapan dan bagaimana kebiasaan itu muncul dalam keseharianku. Mungkinkah aku rindu kamu tiap harinya?
Sudah 7 bulan sejak kau meminta dan kita meresmikan hubungan ini ke tahap yang kamu sebut "couple" ah tak berasa yaa sudah lebih dari setengah tahun kau berikan aku kesan dan bahagia. Terkadang jujur saja aku iri melihat sejumlah kawanku yang mencapai hitungan tahun bersama pacarnya, namun ini bukan hanya tentang lamanya waktu. pacaran bukan tentang kompetisi "siapa yang paling lama" namun tentang kebersamaan yang berarti. Suatu hari nanti kita akan merasakan hitungan tahun bukan? Amin, itulah doa dan mimpiku. Mungkin saat itu akan jauh lebih banyak kisah tentang kita.
Berbincang, berbagi kabar, memandang history chat kita, memandang foto-foto mu menjadi kebahagiannku tersendiri yang akupun bahkan tak menyadari sejak kapan bahagia menjadi sangat amat sesederhana itu.
Jarangnya berbagi kabar denganmu tiap harinya mungkin karena kesibukan entahlah tapi bagiku itu bahkan tak menjadi masalah, karena dengan ini aku merasa kita semakin dekat, mengkualitaskan segala bentuk komunikasi dan pertemuan kita.

Hei sayang..
aku tak akan kemana-mana, hatiku pun tak akan mencari 'tempat' lain. entah saat ini ataupun nanti kita terpisah jarak puluhan, ratusan maupun ribuan kilometer. Bagaimana aku mampu untuk kemana-mana ketika kau saja cukup memberikan aku kesan dan bahagia tak henti dan tak terukur yang membuatku lupa sejak kapan dan bagaimana aku bahkan lupa sebelum kamu aku pernah tersakiti, aku pernah kecewa begitu dalam. Bagaimana aku bisa untuk menemukan tempat lain ketika aku menemukan kenyamanan yang luar biasa bahkan untuk mencari pun aku tak terfikir lagi.
Bukan aku tak pernah tersakiti olehmu hanya saja kau yang mampu membuatku jatuh cinta lagi lagi dan lagi, membuatku menyayangimu kembali bagaimana aku bisa melepasmu dengan mudah begitu saja?
Sejak kapan ini aku rasakan? entahlah itu bukanlah sebuah perkara yang harus dibahas yang aku sadari ketika aku telah jatuh cinta padamu dan menyayangimu begitu tulus bukan hanya karena tuntutan kaulah pacarku. sejak kapan? entah aku pun tak tahu setelah berapa lama kita jadi "couple" ini terjadi begitu saja dan perlahan.

Hei sayang..
Terimakasih ku untuk semuanya, tentang bahagia yang kurasa, untuk kenyamanan yang selalu kamu beri, tentang cerita yang kamu tulis di tiap lembaran hidupku. Maaf jika mungkin saja kini aku menyayangimu dengan sangat, aku telah mencoba mengontrol namun apadaya aku tak sanggup melawan perasaan yang semakin terhadapmu tapi aku mencoba untuk tak mematikan segala akal sehat dan logika.
Inginku padamu tak muluk-muluk untuk saat ini. Aku hanya ingin kamu terus merasakan kenyamanan bersamakan seperti nyamanku bersamamu, Aku ingin kamu merasakan bahagia seperti bahagiaku. Udah itu saja cukup karena aku yakin bermula dari kenyamanan dan bahagia kau tak akan kemana-mana, jangankan untuk mencari yang lain, berfikir untuk menemukan 'tempat' baru pun mungkin tidak :)
Longlast yaa dear untuk hubungan kita, jangan pernah pergi aku pun tak akan pernah pergi, jangan lepaskan tangan yang selama ini kau genggam erat, aku tak akan melepasnya akan ku genggam semakin erat
Tuhan jaga hubungan ini jangan lepaskan ia dari dekapanku, jangan pisahkan kami. Sekian lama aku mencari hingga akupun merasa lelah, kini aku telah menemukan, kenyamanan yang selama ini aku rindukan, kebahagiaan yang selama ini aku harapkan. Jadikan ia satu-satunya untukku dan aku satu-satunya untuknya.