It's already for a long time I didn't write in my blog...
banyak cerita setelah 2 tahun tak menulis, but... today, I want to share
Perkenalan kita April kemarin, bukan untuk yang pertama, kita, kamu dan aku pernah berkenalan 3 tahun silam. Aku tak pernah berfikir suatu hari akan bertemu denganmu karena saat itu kamu tak menarik perhatianku. namun ternyata waktu berkata lain,
Kita tinggal di satu kota yang sama? How could this happened?
WE MET EACH OTHER,
WE TALK ANYTHING WE CAN TALK !
WE LAUGH IN THE FIRST DAY WE MET
Kamu menarik, aku suka. Bukan, aku tidak jatuh cinta pada pandangan pertama tapi aku suka bagaimana kita bisa berbincang malam itu.
Aku suka bagaimana kita mengucap "Hai" di hari pertama bertatap muka
Hingga aku tahu kamu punya someone, sungguh saat itu aku ingin marah. Aku ingin pergi tapi kamu menahanku, kamu bilang kamu suka aku? Ah.... aku terlalu jahat saat itu.
How dare I love you when I know you love someone else?
Tapi yang terjadi mengapa berbeda dari yang ku duga
Sungguh, semakin hari kau menarikku terlalu dalam dan terlalu jauh untuk menaruh hati and I can't do anything !
Aku tak bisa pergi, tanpa aku sadar aku membangun rumah di kamu.
Kembali aku merasakan kenyamanan yang berbeda
Iya kamu tempatku berbagi keluh kesah.
Sesal? mengapa tidak 3 tahun silam kita bertemu? Munafik jika aku berkata Tidak !
Ada sesal di 3 tahun silam...
Ada tanya, mengapa harus kamu, mengapa baru saat ini
Ingin rasanya terus menjalani, mendalami untuk mencari jawab
Tapi entah sudah sekian bulan jawaban tak ku dapatkan.
Di saat aku tahu, hubunganmu baik baik saja dengan 'dia', ah sungguh aku berusaha melupakan, menghempaskan segala rasa.
Aku mencoba melupakan
Aku mencoba membuka hati untuk yang lain, walau tak mudah
Kamu semakin menjadi bayangku, tak terasa nyata walau saat itu kamu di dekatku
Iya, hingga di saat yang sama ada seseorang yang sedang memperhatikan dan aku coba perhatikan
Perlahan, aku mampu
Aku mampu untuk tak menaruh harap
Aku tak ingin menciptakan banyak kenangan bersama mu
Aku mampu memberikan 'deadline' untuk diriku sendiri
Dan aku mampu mulai membuka hati, perlahan membangun rumah ditempat yang lain
perlahan menciptakan kenyamanan di hati yang lain
Hingga aku sadar, aku tahu, something already happened.
Apa kamu sudah tak bersama dengan dia?
Aku harap itu bukan karena aku.
Aku tak ingin menjadi orang lain dalam hubungan kalian
Hingga aku sadar, aku kembali lagi dalam harap yang sudah ku tutup kemarin hari.
Aku kembali tak tertarik terhadap orang lain.
Kembali aku melepas orang lain hanya karena hatiku kembali ke kamu
Kembali aku menolak orang lain malam kemarin karena harapku masih untuk kamu.
Kembali aku terjebak dalam lingkar sedikit kenangan bersama kamu
Tawamu saat bersamaku menjadi terdengar jelas
Senyummu saat bertemuku menjadi semakin nyata
Cerita saat bersamamu, berbincang segala hal menjadi sesuatu yang ingin ku ulang di kemudian hari
Aku terlalu takut...
takut jatuh cinta lagi lalu tersakiti lagi.
Aku sudah terlalu lelah dengan segala drama yang terjadi.
Aku ingin kamu
Aku ingin menciptakan cerita denganmu
Aku merasa 'menemukan' kamu, tapi aku rasa tidak denganmu.
Kita harus apa sayang dengan hubungan kita sendiri?
Sungguh, melepasmu adalah hal tersulit saat ini. Maaf, aku telah jatuh.
Masih perlukah 'deadline' yang sebelum ini aku buat untukmu?
Ajari aku untuk melupakanmu, jika itu yang terbaik
Jujur saja, saat ini masih ada seseorang yang ku beri sedikit harap
Aku ingin kamu tapi aku tak mau menjadi bayangmu, aku ingin menjadi nyata untuk kau genggam dan kau rasa hadirnya
You never know,
I'm just falling in love again after 3 years I broke up with my ex
I want to be your prioritize
I'm never know
How can I love you after I feel affraid to love someone.
and How you can be my prioritize


