Ada satu pernyataan sederhana yang pernah kau ucap.
Ada dua sisi, ada positif ada negatif. Kata orang mungkin tergantung dari kacamata mana kita menilai.
Oke karena pernyataan ini terlontar dari mulutmu, aku mencoba melihatnya dari sisi positif.
Ada dua sisi, ada positif ada negatif. Kata orang mungkin tergantung dari kacamata mana kita menilai.
Oke karena pernyataan ini terlontar dari mulutmu, aku mencoba melihatnya dari sisi positif.
Ketika kau berucap "takutnya kalau kita ga jadi....."
entah sadar atau tidak kah kamu kalimat itu sedikit menyakitkan hatiku.
Ragukah kamu? aku terdiam memikirkan berbagai kemungkinan, mengartikan beberapa pertanyaan.
Jujur, aku ingin sekali mengenal keluargamu, mencoba masuk dalam keluargamu, entah kapan kau berani mengenalkanku. Cepat ataupun lambat jika kita serius kita akan mengenalkan pada keluarga. Nantinya hubungan ini bukan hanya tentang aku dan kamu tapi juga tentang keluargaku dan keluargamu.
Jujur, aku ingin sekali mengenal keluargamu, mencoba masuk dalam keluargamu, entah kapan kau berani mengenalkanku. Cepat ataupun lambat jika kita serius kita akan mengenalkan pada keluarga. Nantinya hubungan ini bukan hanya tentang aku dan kamu tapi juga tentang keluargaku dan keluargamu.
Tetapi aku mencoba menerka meredam ego mengontrol emosi.
Mungkin kita memang memiliki pola pikir dan cara yang berbeda,
aku tak bisa memaksamu mengikuti pola pikir dan caraku begitupun kamu.
Yang kita perlukan hanya saling memahami dan menyeimbangkan.
Yang kita perlukan hanya saling memahami dan menyeimbangkan.
Sedikit demi sedikit aku mulai paham. Kita tak pernah tahu bagaimana kamu dan aku esok hari esok lusa beberapa bulan lagi dan selanjutnya.
Ada tanya dan jawaban sederhana
Kamulah harapanku? YA !
Inginkah aku menua bersamamu? YA !
Siapkah aku menjadi makmum-mu kelak? YA !
Sediakah aku dibimbing olehmu, menuruti kata-katamu? YA !
Yakinkah aku kelak itu semua pasti akan terjadi? Ah sayang jawabanku "tidak" bukan, bukan berarti aku ragu padamu namun aku tak pernah tahu rencana terbaik dan terbesar Tuhan untukku.
Aku memang ingin menjadi yang terakhir dan kamu menjadi yang terakhir tapi aku tak mampu yakinkan dengan pasti itu akan terjadi.
Terima kasih telah menyadarkanku. Aku masih percaya jodoh dapat diusahakan.
Kamulah harapanku? YA !
Inginkah aku menua bersamamu? YA !
Siapkah aku menjadi makmum-mu kelak? YA !
Sediakah aku dibimbing olehmu, menuruti kata-katamu? YA !
Yakinkah aku kelak itu semua pasti akan terjadi? Ah sayang jawabanku "tidak" bukan, bukan berarti aku ragu padamu namun aku tak pernah tahu rencana terbaik dan terbesar Tuhan untukku.
Aku memang ingin menjadi yang terakhir dan kamu menjadi yang terakhir tapi aku tak mampu yakinkan dengan pasti itu akan terjadi.
Terima kasih telah menyadarkanku. Aku masih percaya jodoh dapat diusahakan.
Aku memanglah ragu nantinya kita akan bersatu tapi bukan berarti tak bisa ku usahakan,
Dan lucunya ini membuatku semakin ingin berjuang lebih keras dari biasanya
memanjatkan doa lebih dari biasanya, menyebut namamu dalam doaku lebih sering dari biasanya
Dan lucunya ini membuatku semakin ingin berjuang lebih keras dari biasanya
memanjatkan doa lebih dari biasanya, menyebut namamu dalam doaku lebih sering dari biasanya
Aku akan berjuang untukmu semaksimal aku mampu berjuang,
aku harap kau lakukan hal yang sama untuk kita sama-sama berusaha.
Dan aku menunggu, menunggu.....
Waktu akan menyingkap semuanya
Tuhan akan menjawab segalanya
Jikalau doa dan usaha kita didengar, kelak kita pasti akan bersatu di waktu yang tak pernah kita tahu.
Jikalau tidak, setidaknya aku pernah memperjuangkanmu dan itu tak akan pernah kusesali, karena dari situ aku percaya aku telah banyak belajar untukku lebih dewasa
Waktu akan menyingkap semuanya
Tuhan akan menjawab segalanya
Jikalau doa dan usaha kita didengar, kelak kita pasti akan bersatu di waktu yang tak pernah kita tahu.
Jikalau tidak, setidaknya aku pernah memperjuangkanmu dan itu tak akan pernah kusesali, karena dari situ aku percaya aku telah banyak belajar untukku lebih dewasa

Tidak ada komentar:
Posting Komentar