Kamis, Agustus 07, 2014

Maafku dan Terima Kasihku

Ketika aku lelah menanti
ketika aku lelah menangis
ketika aku lelah mencari
ketika aku lelah berharap
Saat aku tak sanggup lagi bertanya
Saat aku tak sanggup lagi menerka
Saat aku tak sanggup lagi bermain teka-teki
Saat aku tak sanggup lagi mencari jawab
Kala itu..
Aku bahkan lupa manisnya ketika mencintai
aku tak lagi ingat bahagianya ketika dicintai
bagaimana rasanya merindu dan dirindu
Entah semanis madu ataukah sepahit empedu.

Ketika itu.. Saat itu..
aku pasrah... aku pasrah akan takdir
kenyataan akan membawaku berlari kemana
aku tak mau lagi berfikir
kemana langkah kaki akan menuju
Sesuka hatiku ingin permainan seperti apa
tak lagi ku pedulikan
tangiskah atau tawakah nantinya
Sukakah atau dukakah yang akan kurasa
Salahkah atau tepatkah hati akan berlabuh
Rasa hati telah terlalu kebal untuk disakiti

Mengenalmu...
Bertemu...
Berbagi cerita, berbagi kabar..
Aku sadar saat itu aku lagilagi memicu bara api
Aku tau kala itu aku sedang asik bermain api
sejujurnya aku lebih paham aku tak lagi peduli akan seperti apa api ini
entah menghangatkan atau justru membakarku perlahan.
Aku bahagia, tak tau ini bahagia yang sengaja kuciptakan atau ia yang memberikan
Berbicara dari hati ke hati.
Saat aku memutuskan "iya" ada rasa takut terselip
tapi.. jika aku selalu merasa takut bagaimana aku bisa menemukan yang tepat setelah berulang kali aku harus bertemu dengan orang yang 'salah'
learn from wrong people.

Aku memilih, aku siap dengan semua risiko baik buruk yang kuhadapi
Mungkin akulah wanita egois saat itu, menerima hanya karena nyaman, bahagia?
akulah wanita paling jahat kala itu, menerima tanpa rasa cinta tanpa sayang hanya suka?
Namun aku tak ingin terus menerus menyakiti
Tak mau jika harus hati berdusta tiap hari tiap waktuku
Aku yakin ketika itu, aku akan jatuh cinta lagi dan dicintai lagi
Perlahan aku hapuskan sedikit demi sedikit rasa takut
aku mencoba melabuhkan cinta membuat rasa sayang
dan hati memang tak pernah keliru.
Aku jatuh cinta..
Semanis madu ataukah sepahit empedu?
entahlah yang aku tahu rasanya istimewa, indah..
aku sadari aku tak pernah menyesal perkenalanmu kurespon dengan baik



Selasa, Agustus 05, 2014

Hey.. its for you dear :) Im sorry

Sebenarnya.. aku tak tahu ingin memulai tulisan ini darimana
aku tak mengerti ingin memulai cerita ini darimana
terlalu banyak fikiran yang membuatku kalut, sungguh tak mampu aku jelaskan.

pikiran buruk, negatif thinking..
Oh Tuhan.. apakah hampir semua remaja cewe harus begitu?
Terkadang, suatu hal sepele menjadi besar, yang tak ada menjadi ada..

sayang..
maafkan aku pernah berfikir buruk mengenaimu
maaf jika aku pernah meragukanmu
mungkin aku wanita yang ga akan pernah bisa membaca perasaanmu
tapi aku akan belajar lebih banyak untuk mempercayaimu

hei.. aku ingat persis bagaimana temanku berkata
"dalam hubungan kalian, dia bakal banyak ngajarin lu sesuatu apapun itu"
mungkin kini aku mengerti, bersamamu sebenarnya tanpa aku sadari kamu mengajarkan aku sesuatu
tak banyak tapi berarti untukku belajar kuat.
tak panjang tapi aku akan belajar lebih banyak dari kalimat pendekmu
saat aku jatuh cinta padamu
tak perlu ada sakit tak perlu ada tangis untukku belajar kuat.
dari tawa dari canda aku bisa belajar kuat..
bersama kamu, tawa yang kurasa.
cinta tak perlu tentang patah hati, tak perlu merasa sakit hati.
mungkin saja ini tentang rasanya manis, tentang suka, tentang tawa, tentang bagaimana kita belajar bersama.
canda tawa air mata suka duka biar kita rasakan bersama..
aku salah jika aku pernah berkata 'semoga aja ga pernah nangis'
tidak.. aku ingin ingin menangis bersamamu, aku ingin temani dirimu jika duka sedang melanda.
bukan maksudku hanya ingin bahagia, saat itu akulah yang egois.

sayang..
maaf jika aku belum mampu menjelaskan maksudku
aku harap suatu saat aku bisa menjelaskannya, dan aku yakin kamu akan mengerti.
satu hal sayang, aku tak akan lagi meragukan perasaanmu, sewajarnya kamu menyayangiku. aku tak mempertanyakan kesetiaanmu, aku yakin kamu akan setia

hari ini.. tanggal 05 Agustus 2014, ada yang sebenarnya ingin sekali aku ucapkan
hanya mungkin aku tak bisa entah mengapa aku tak mengerti.
"Selamat tanggal 5 beb, selamat 2 bulan.. aku harap kamu tetep excited menjalin hub ini sama aku. tetap setia sama aku, jika setelah 2 bulan ada yang kamu ga suka tegur aku, ada yang kurang kita sempurnakan bersama. semoga hub ini langgeng."
dan hingga tadi hari ini mungkin hingga esok hari esoknya lagi dan lagi aku ingin berkata
"Aku sayang sama kamu, jangan tanya mengapa karena aku tak tau alasannya, yang aku tau aku sayang, yang aku rasa aku bersyukur bisa mengenalmu, aku bersyukur dipertemukan denganmu, dan aku merasa beruntung memiliki mu saat ini, terima kasih kamu udah jadi pacar yang baik untuk aku. Perlu kamu tau saat ku genggam tanganmu aku merasakan inilah tangan yang tak ingin aku lepaskan, yang akan aku pertahankan"