2 tahun berlalu..
Seragam putih abu abu yang pernah ku kenakan 3 tahun lamanya..
Seragam putih abu abu yang saat itu aku banggakan..
Sudah ku lepaskan seragam itu 2 tahun lamanya
Senang gitu saat foto dengan berseragan..
Ah ya dulu aku masihlah anak sekolahan
Kini aku yang selalu berseragam bebas..
Berkemeja yang dipadukan dengan rok maupun celana suka suka kita
Berpakaian bebas yang penting rapih.. Tak ada bedanya dengan orang yang berkeliaran di dunia ini
Orang asing tidak akan sadar aku seorang mahasiswa
Tak ada identitas yang nyata selain KTM yang seringkali jadi pajangan di dompet
Mungkin jika itu KTM 'kabur' aku ga sadar sampai aku butuh
Yaaa itu secara fisik, aku tak mau membandingkan masa lalu maupun masa kini, ah tidak karena aku hidup dengan pola pikir, jalan yang sungguh berbeda..
Singkat kata... Dulu aku punya sahabat baik yang sungguh aku sayang, sahabat terbaik yang pernah aku punya.. Tetep kita ga sama, kita beda tapi ya kita satu.. Setia kawan, saling bantu saat terjebak masalah.. Sampai waktu memisahkan kita dengan jarak. Ah pilu ! Saat itu aku menyandang status baru sebagai mahasiswa, jauh tanpa sahabat tanpa keluarga. Lengkap sudah derita !
1. Aku berfikir "betah ga ya"
2. Siapakah sahabatku kelak?
3. Lebih baikkah mereka dari sahabatku sebelumnya?
Hahaha pola pikir yang bodoh yang childish saat itu. Ah tapi nyatanya aku mengalami kok beberapa kali, semester 1 haish ga betah, tau deh berapa kali kesepian, berapa kali menangis.. Tak ku jumpai sahabat baru disini. Apa emang tak pernah ada?
" ki.. Ga betah, gue kangen kalian, disini ga ada yang kaya kalian, ga ada yang sebaik kalian, ga ada yang gantiin kalian"
Bodoh apa polos?
" sabar nab.. Betah2in, entar juga ada temen baik, kita kan rantau ke kota asing buat kuliah biar kita cepet lulus cepet sukses"
Pola pikir yang tidak ada salahnya saat itu
" maaayyy aku ga betah ga tahan ga nyaman sama semua yang ada disini, seramai apapun aku ngerasa sendiri, sepi.. Mau pindah"
Udah kuliah masih saja sempit
" ga nab lu hanya belum terbiasa, buka diri lu aja nab sama yang lainnya"
Hahaha... Sekarang lihat aku sudah semester 5, tidak aku tidak berpindah dari sini.. Katanya ga betah? Kok bisa tahan? Ya entahlah tapi satu yang pasti, Allah emang punya rencana yang jauh lebih besar lebih indah hingga terlalu sayang jika aku harus pindah :)
Suatu hal yang tak pernah terbayang...
Bahkan oleh imajinasiku
Suatu hal yang tak pernah terduga..
Bahkan oleh akal sehatku
Sahabat baru.. Hadir mulai memasuki keseharianku
Melukis warna secara perlahan dalam kehidupanku
Menghapus rasa sepi dan kesendirianku bahkan saat aku seorang diri
Membuka buku baru dalam cerita hidupku
Menciptakan kenangan satu persatu dalam memori otakku
Tanpa aku sadari... Aku nyaman sekarang, aku betah, aku suka dunia perkuliahanku
Saat itu aku memutuskan, merekalah sahabat baruku
Saat itulah aku yakin alu tak akan pernah menyesal merangkai cerita
Menulis lembar demi lembar dalam buku baru itu
Merekam cerita demi cerita..
Ya Allah bahkan kini aku terlalu amat menyayangi mereka
Iya, mereka tak akan pernah menggantikan posisi sahabat2ku sebelumnya.. Bukan, bukan karena mereka masih kalah special. Tidak, mereka hanya terlalu special, mereka punya ruangan khusus dalam tiap sudut hati. Aku tak membandingkan mereka, mereka sama2 terbaik. Hanya satu kenapa sekarang terlalu special.. Karena mereka lebih dari sekedar sahabat, mereka keluarga bagiku mereka yang akan melengkapi kekosongan yang ada hinga sempurna..
Sekarang.. Aku terlalu bangga menceritakan merekalah sahabatku.. Foto2ku bersama sahabat2ku banyak tapi foto bersama merekalah yang kini memenuhi walpaper hp ku, display laptoku, screen sever laptopku, dinding kamarku, cover fb ku..
"Ini siapa aja nab? Temen2 kamu disana? Kayaknya kamu happy happy aja tuh"
Senyumku merekah
"Iya.. Mereka sahabat2ku, berkat merekalah aku betah disana, karena merekalah bahagiaku di foto kali ini begitu ikhlas dari hati. Haha mereka semua beda padahal tapi ga tau ya kenapa kita bisa nyatu, seneng banget, bersyukur dipertemukan oleh mereka. Jadi kangen sama mereka, kadang suka mikir gimana ya pas udah lulus nanti, pasti bakal kangen banget sm mereka semua, skrg udah mau smt 5 aja, sedih jadinya"
Pola pikirku kini lebih berkembang sudah.. Bukan lagi bocah SMA yang masih terlalu bodoh dan polos memaknai arti sahabat dan persahabatan. Bukan lagi anak sekolahan yang masih mengira masalah sahabat itu dateng eksternal, oh sungguh konflik internal pun pernah aku lalui.. Merekalah yang membuatku dewasa.. Ah coba tanpa mereka, mungkin aku masih berfikir dalam kotak kecil pikiran masa lalu itu..
YaAllah, sungguh aku bersyukur kau biarkan aku menetap di sini beberapa tahun. Bukan sekedar agar lulusku tak makin lama, tapi ada rencana lain dibalik ini semua yang tak pernah terduga, perlahan mengikuti waktu tapi sungguh selalu indah ketika membalikkan halaman sebelumnya. Ah apa mungkin jika aku di tempat lain kutemui sahabat serta keluarga seperti mereka? Entahlah aku tak akan pernah menyesalinya, yang pasti mereka terlalu berharga :) sangat amat berarti
When you read my blog, you will know a little more about my 'world'. Its my Story. My Blog just for sharing
Selasa, September 17, 2013
Minggu, September 15, 2013
Duka itu selalu ada bahkan dalam persahabatan
Jika saat ini ada yang bertanya padaku, "apa yang kamu takutkan sekarang nab?" Aku pun akan menjawab "aku takut.. Takut adanya jarak sedikit aja dari persahabatanku, aku takut kata2 'kita sahabat' mendadak semu walau hanya dengan 1 orang, aku takut.. Takut harus menangisi lembaran lalu dalam buku persahabatanku"
That's why I wrote this story..
Masalah....
Yah masalah, kenapa kau selalu datang tanpa memberikan sedikit waktu untuk kita 'istirahat' sejenak..
Ah, masalah..
kau tau, aku tak pernah mengundangmu, memintamu hadir dalam keseharian..
yaa, karena aku selalu ingin perjalanan yang lurus tanpa ada lika liku yang terkadang begitu memilukan hati..
Duh, masalah..
Aku sadar, kau datang selalu satu paket dengan solusinya, iya aku paham akan ada pintu di ujung jalan sana untuk dibuka tapi mengapa ya sulit sekali untuk berlari menggapainya..
hari itu ketika malam saat ingin ku menutup mata tertidur dan pagi aku bangun dari mimpiku, aku masih merasa mampu untuk sunggingkan senyum teringat 'konflik' itu sudahlah berakhir tapi aku tak pernah tau apa yang bisa terjadi beberapa jam kemudian..
waktu begitu cepat berjalan, ah tidak waktu sedang berlari saat itu.. dan kau masalah, kau dateng lagi, menulis cerita duka dalam buku persahabatanku, dan sekarang dalam episode ini aku lah 'pemain' yang memulai.
aku punya salah dalam cerita ini tapi egosime diriku gengsi diriku terlalu tinggi bahkan dengan sahabatku sendiri, ah setan apa yang merasuki hati dan pikiranku menjadi sangat amat keras kepala..
hanya dengan sebuah kalimat yang menurutku sedikit menusuk, entah ya, mungkin aku yang terlalu perasa rasa sesal rasa salah berbuah menjadi rasa marah, rasa sakit hati..
Berhari-hari berlalu, apa aku masih marah? ah tentu tidak..
saat aku melihat foto2 itu di hp, laptop, dinding kamarku apa aku menyimpan benci? ah tidak..
aku sedih, aku pilu.. kenapa kau harus hadir lagi tanpa memberikanku sedikit waktu menikmati perjalanan lurus? aku harus membelok begitu tajam hingga aku terjatuh, aku menangis..
yaAllah.. sungguh tangisku ini karena masalah ini, tiap hari tiap saat aku selalu mencoba melupakan masalah ini seolah hanya angin lalu, aku tak sanggup untuk mengingat tiap detail dari masalah ini..
yaAllah.. aku terlalu ringkih, tak cukup kuat untuk menghadapi masalah ini, aku sadar aku hanya berdiam diri, aku tak berusaha mengejar waktu yang semakin berlari..
yaAllah.. butakah aku saat itu? aku memiliki mereka, aku mempunyai mereka dalam hidupku sekarang, seharusnya aku sadar mereka tak akan membiarkanku berjalan sendiri tersesat mencari ujung jalan ini.
yaAllah... setan apakah yang menutup hati dan pikiranku hingga aku terlalu bodoh dalam masalah ini?
ah tapi kau masalah, kau memang selalu lebih cerdas dari kami, kau selalu bisa menemukan aku bahkan disaat aku sedang bersermbunyi darimu seperti ini
tapi.. tak ada sahabat yang mau persahabatannya rusak..
menasehatiku.. memberikan segala macem nasihat, aku terlalu batu yaa tapi sahabat itu tak capek.. ah aku terlalu bodoh, terlalu keras kepala..
"kamu kan pernah bilang ban, sahabat itu kaya pelangi, berbeda warnanya, tapi disaat warna itu disatukan indah banget"
"aku juga punya sahabat.. sampe sekarang ya tetep contact... tapi pas kuliah ini, aku merasa seperti keluarga sama kalian"
yaAllah.. Apa daya diri ini, di salah satu sudut ruang hatiku masih menyimpan duka karena ini, terlalu dalam membuat kuatku menjadi lemah. tangisku pecah.. saat aku merenung, membaca setiap kata dari tulisan tulisan yang pernah aku buat, aku menyadari satu hal..
'Aku memang sakit hati, ya aku tak memungkiri itu, tapi ternyata jauh lebih sakit saat aku sadar ada jarak antara persahabatanku.. aku tak sampai hati jika harus merusak persahabatan ini, cerita-cerita kita terlalu indah.. ya terlalu indah sampai terasa perih jika harus dilupakan.. buku itu masih harus terbuka, masih haus dengan cerita2 kita, masih lapar dengan coret2an kenangan kita, belum saatnya untuk ditutup. Tidak, tidak akan ada akhir dari buku kita, bukan kita yang akan menutupnya, bukan.. Bahkan hingga nanti kita melepas status mahasiswa, meninggalkan kota yang penuh kenangan yang mempertemukan dan mempersatukan kita, buku kita akan selalu terbuka menunggu untuk kita ukir cerita di setiap lembarnya..Hanya waktu yang akan berbicara harus berakhir hingga takdir yang menentukan untuk buku itu di tutup.. Selama kita masih bernafas menginjakkan kaki di bumi ini kita belum tau dimana apa gimana ending dari buku itu.. Karena semua tentang cerita kita'
SATU, kalian perlu tahu. aku berikan sedikit bocoran pada kalian, kalian tahu aku suka sekali menulis dari dulu, aku mulai saat aku masih berseragam putih biru, menjadi hobi sedikit demi sedikit saat aku berseragam putih abu2, menjadi kebiasaan saat aku berseragam bebas. yap aku punya duniaku sendiri dalam hal tulis menulis, tanganku yang menari-nari kecil membentuk tulisan 'indah' bercerita banyak tapi secara tak sadar tulisan tentang kalianlah yang kali ini memenuhi inspirasiku, tulisan tentang kalian lah yang paling banyak aku ceritakan dari puluhan tulisanku yang ada.. memoku bukan hanya blog-ku lho :)
Ah masalah..
sejahat apapun kau hadir, tak akan merubah kenyataan kalo persahabatan kita indah.. yaa sejatinya, semarah apapun aku dengan mereka, mereka tetep menjadi sahabatku..
tapi setidaknya aku menyadari sesuatu yang tak pernah aku sadari selama ini..
setiap jenjang sekolah yang aku tempuh, selalu hadir sahabat baru yang mengisi hari-hariku, memang hingga aku melepas status siswi disekolah tersebut, kami tetep bersahabat.. tapi saat inilah, mereka lebih dari sekedar sahabat bagiku, aku terlalu menyayangi mereka selalu, mereka lebih dari sahabat, mereka keluarga untukku.. bukan keluarga dengan status jelas mana ayah mana ibu mana adik mana kakak.. tidak, tapi kebersamaan mereka yang menghapus sepi, tawa mereka yang menghapus sedih, senyum mereka yang mengapus lara, perbedaan yang saling melengkapi hingga hari kita menjadi begitu sempurna dan aku tau mereka begitu berharga untukku.. hei, aku tak akan pernah bisa membayangkan jika persahabatanku harus rusak karena masalah ini, akan hambar sekali keseharianku disini..
"Maafkan aku sahabat.. sejujurnya, aku tak akan berucap 'Andai.....' tidak, bukan karena aku tak mengaku salah, aku hanya mencoba berfikir positif. bukankah masalah itu untuk saling mendekatkan persahabatan kita? mempererat tali persahabatan kita? sungguh aku tak pernah merasa persahabatan kita kendor, tidak.. tali itu hanya sedikit kusut, kembalikan tali itu bersama, aku harap selesainya masalah ini kita akan saling mengerti perbedaan yang ada, aku harap kebodohanku masih kau maafkan.. sungguh aku menyesalinya, aku ikhlas meminta maaf padamu"
Tak akan pernah ada harga yang pantes untuk membayar segala sesalku dan tangisku esok hari jika aku harus merusak persahabatanku sendiri
Terima kasih masalah..
sejatinya seberat apapun kau menaruh beban, itulah yang mendewasakanku.. dan tapi seperti halnya kau masalah yang selalu satu paket dengan solusinya, saat itu tanpa aku sadari duka juga selalu satu paket dengan suka. yap dibalik duka ada suka..aku percaya itu.. aku harus percaya, di balik pintu itu ada bahagia yang harus aku jemput..
Senin, September 09, 2013
Persahabatan Sejati itu Nyata kan?
![]() |
| bahkan aku selalu merindukan bersama kalian |
kawan dalam bayangku..
Tempat aku menulis segala kisah menjadi tulisan tak terbentuk sedari dulu..
kau memang tak nyata tapi
Aku mau cerita, boleh?
Aku mau menulis, kamu nerima kan?
Tulisan ini buat sahabatku..
Dengan konflik yang tak tau dimana ujungnya
mungkin akan banyak orang berkata "ah lebay"
tapi biarlah, aku hanya ingin berbagi kisahku yang terkadang terasa penuh untuk kusimpan sendiri, berucap dengan kata tak mampu, biarlah lewat tulisan ini saat jariku menari kecil aku mampu menumpahkan segala uneg yang bersarang
Aku fikir konflik antara sahabat2 baik itu hanya ada di cerita fiksi, hanya ada di novel picisan yang menjadi bacaanku, hanya ada di sinetron di tayangan televisi..
Tapi apa mau dikata, sekarang fiksi itu menjadi fakta dalam kehidupanku..
Berbeda cerita, tapi aku merasa berat dengan keadaan seperti ini, aku sesak dengan masalah yang tak kunjung usai ini..
Aku ingin menangis kawan kenapa harus ada masalah ini tapi aku terpaksa harus tertawa aku harus tersenyum karena aku harus kuat untuk mereka..
Sebuah hubungan persahabatan itu ada likunya ya kan? Tak harus selalu berjalan mulus.. Tapi entah mengapa aku tak mengerti acap kali saat aku membuka mata aku masih bertanya, "KENAPA?"
Apa pertanyaanku kini terjawab sempurna? Untuk membuat kita menerima segala perbedaan, merekatkan ikatan sahabat yang sudah terangkai sebelumnya, merapihkan segala susunan menjadi persahabatan yang sempurna? Lebih indah dari paduan warna di pelangi? Akhir cerita yang happy ending?
Ah kini itu bahkan
Aku pernah menulis status di fb, yang namanya persahabatan seiring berjalannya waktu pasti menemukan masalah, makin mengerti segala kelemahan yang menjadi sahabat kita.. Kecewa? Marah? Mungkin saja tapi yang penting bagaimana kita bisa saling menerima kelemahan2 yang ada.. Aku kira tak akan serumit ini, tapi jujur aku terlalu sesak dengan keadaan yang harus seperti ini, aku cuma berharap satu kok aku hanya ingin kita kembali seperti dulu, CUMA ITU..
Kita mulai dengan lembaran baru dengan cerita2 indah lainnya yang menunggu untuk ditulis dalam lembaran persahabatan kita.. karena sebenarnya selama kita masih berdiri di bumi ini, cerita kita belom mempunyai ending, tak akan menutup buku itu, akan selalu bersambung dengan berbagai banyak cerita berbeda..
Kita satu dan akan selalu satu walaupun lembaran akan terus berganti, walaupun lembaran sudah penuh dengan cerita2 kita tapi kita akan tetap satu dengan segala perbedaan warna yang melekat pada diri kita masing2, memadukan dan mengukir warna2 itu hingga kita tau, persahabatan kita bahkan lebih indah dan lebih luar biasa dari sekedar pelangi..
Kalian tau? sampai nanti jarak ataupun waktu harus memisahkan kita, percayalah hadiah terindah dan yang paling aku syukuri adalah bertemu kalian, mengenal kalian dan yang aku yakini saat aku memutuskan untuk bersahabat dengan kalian adalah aku tak akan pernah menyesal punya cerita bersama kalian.. Aku menyayangi kalian dan akan terus menyayangi kalian semua dengan segala kelemahan kelebihan kalian..
nb :
buku tentang kita memang tak nyata, tak ada bentuknya,
berapa jumlah halaman, berapa edisi nya
tapi kita perlu tau buku itu emang ada
dan hanya kita yang punya hanya kita yang tau persis
isi buku tentang kita walaupun kita tak akan pernah tau
ada berapa halaman dan setebal apa buku itu nanti
Langganan:
Postingan (Atom)




