Perkenalan kami berdua bisa dibilang lucu, tapi aku tak ingin menceritakan bagaimana cara kami berkenalan.
Terlalu panjang, tapi menurutku perkenalan kami cukup unik.
Entah apa yang aku fikirkan ketika obrolan kami menjadi begitu menarik.
Dan entah sejak kapan aku memiliki perasaan yang lebih kepadanya,
yang aku tahu bibir akumampu melengkung sempurna hanya dengan cara melihat 1 kalimat pesan yang dia kirimkan setiap harinya
yang aku sadari, aku mampu tertawa lepas atas segala perbincangan
Jatuh cinta itu sederhana,
sesederhana saat kau tak bisa menahan senyum saat melihat wajahnya,
dan iya aku merasakannya.
Akan selalu ada yang bertanya, apa yang aku cari dari sosoknya
"aku mencari sosok yang mampu mencintai aku dengan sederhana, ia yang menerima disaat terburukku, akan aku berikan sisi terbaik dari diriku"
Akan selalu ada yang mempertanyakan, apa yang aku lihat hingga aku memilihnya
"aku melihat apa yang tidak kalian lihat secara kasatmata"
Akan selalu ada yang menerka apa kelebihanmu dibandingkan dengan masa laluku
"karena hanya kamu yang mampu membuatku merasakan aku menjadi prioritas"
Hey kamu, iya kamu, aku suka kamu dengan caraku sendiri, kamu menarikku dengan caramu sendiri.
Entah apa yang menarik darimu, Nothing, tapi aku suka kamu. aku suka tawamu, aku suka senyummu, aku suka candamu, bahkan aku suka ketika kamu tertidur mendengar celotehku.
Hey kamu, bolehkah aku jujur?
Sungguh aku pernah sangat amat ingin terlepas darimu, melupakan kata "sayang" yang pernah terucap karena banyak hal rumit yang aku alami saat itu.
Sungguh, saat perjalanan kita dilanda masalah berat, yang kupikir hanyalah "yaa, semoga memang tandanya tak jodoh" haha jahat? iya aku jahatlah saat itu
Sungguh, beberapa kali aku mencoba untuk melepasmu, namun lagi-lagi kamu mampu menahanannya, membuatku kembali tergenggam
Sungguh, aku pernah berharap kau akan melepasku, tapi kau seperti tak akan melakukan itu.
Entah saat itu aku harus sedih karena harus terjebak bersama kamu atau aku harus 'senang' karena sekali ini ada yang sangat amat menginginkanku dan berjuang untukku.
Sekarang?
Aku tak lagi mencoba untuk melepas atau terlepas,
Aku menerima jika 'itu' memanglah harus kamu
Aku mulai tulus atas perasaanku sendiri
Aku berharap cintamu tulus tanpa embel apapun yang aku miliki di diriku
Aku bertahan semampu aku bertahan denganmu.
Aku mencoba menjadi 'rumah' bagimu, yang akan selalu kamu tuju dan kamu ingat, karena rumah adalah tempat ternyaman untuk seseorang selalu kembali.
Ah, perlu kamu tahu sayang, aku memperlakukan secara 'berbeda', iya beda, karena kamu juga 'berbeda', kamu special? iya kamu special karena ada hal-hal dari sikapku yang hanya kamu alami. Tapi jika kamu bertanya "apa?" aku tak akan menjawabnya sekarang, kelak aku akan menjawabnya ketika kamu tak menanyakannya.
Hey kamu, Maaf..
Terima kasih atas segala rasa, perhatian, waktu yang kamu berikan untuk aku.
