Minggu, Maret 29, 2015

Terimakasih telah memilihku dari sekian banyak wanita sempurna

Diluar sana, banyak sekali gadis yang lebih sempurna dariku
Aku pun yakin kau tak buta untuk melihat itu semua
Tapi.. Terima kasih kau tetap memilihku untuk bersamamu
Tetap memilih untuk mencintaiku apa adanya dengan sederet kekuranganku

Sampai hari ini aku terkadang masih tak percaya kita masih bersama
aku masih sering terdiam ketika senyum manismu masihlah untukku
aku masih tetap saja tak mampu berkata ketika pelukmu masihlah sangat erat
aku masih saja berbunga ketika sentuhanmu masihlah lembut
kekuranganku begitulah sangat amat banyak, mungkin tak cukup jika dihitung dengan hitungan jari
Tapi dengan semua itu tak sedikitpun kau berniat meninggalkanku
Sayang, diluar sana begitu banyak gadis yang lebih istimewa.
Tapi terimakasih sudah bertahan, meskipun aku jauh dari kata sempurna

Jika berbicara soal cantik, aku bukanlah wanita dengan kecantikan yang layak dipuja bak ratu.
Penampilanku selalu apa adanya, aku bukanlah wanita yang pandai berias, atau seringkali menggunakan pakaian modis, mentereng, ataupun gaun-gaun cantik, Bersamaku kau tak mendapatkan kemewahan memandang gadismu dengan segala macam polesan makeup. Kau mungkin telah hafal dengan kebiasaanku, terkadang hanya polesan bedak dan sedikit lipstik di bibirku dan paling maksimal segores eyeliner di mataku dengan pakaian seadanya, Setelan kaos dengan cardigan/jaket/kaos panjang dan celana jins. Perlu kau tahu, seringkali aku sangat ingin terlihat cantik ketika bertemu denganmu atau jalan bersamamu, berkaca lebih lama dari biasanya semata agar kau tak akan malu berdampingan denganku namun maaf aku bukanlah perias handal nan ahli ataupun tata busana profesional yang dapat memukau orang disekitar dengan penampilan seadaku tapi terima kasih kau tak malu menunjukkan pada dunia luar akulah pacarmu.
Bagaimanapun penampilanku hari itu selalu kutemukan senyum manismu setiap kali mata kita bertemu, selalu kulihat antusiasmu ketika kakiku melangkah menyampiri dirimu yang sedang menungguku. Terima kasih tetap memujaku cantik walaupun aku tak secantik ratu elizabeth, ratu manapun didunia ataupun ratu di dunia khayal 
Jika berbicara mengenai lembut tutur kata, aku tetap saja menjadi wanita paling bawel dengan suara lantang-ku
Perjalanan menuju tempat tujuan kita, menjadi sarana untuk aku berbicara tanpa henti, kukeluhkan segala hal yang membuatku sebal hari itu, kutertawakan kebodohanku hari itu, kuceritakan semua hariku, atau cerita-cerita tak penting ku yang lainnya. Bersamaku kau akan selalu mendengan ocehanku yang aku tahu suaraku amat cempreng acap kali mendengungkan telinga, tutur kataku mungkin tak selembut wanita anggun diluar sana, tawaku bukanlah tawa elok yang terkadang orang akan bergidik ngeri mendengarnya. Namun tak sedikitpun kau pernah mengeluh mendengar segala ocehanku, tawaku, bahkan pernah dengan ringannya kau bilang hanya ingin mendengar suaraku. hei, sayang, maaf aku tak memiliki suara seindah suara penyanyi diluar sana.
Apapun ocehanku hari itu selalu kutemukan dirimu yang terkadang tertawa, tersenyum mendengar segala sesuatu yang terucap dari bibirku,. Terima kasih telah membuatku merasa special
Berbicara soal fisik, aku bukanlah wanita dengan fisik bak model dengan tinggi dan tubuh langsing.
Ketika, angka ditimbangan berat badanku sedang naik, tubuhku yang sedang gemuk-gemuknya. kau bahkan sama sekali tak pernah protes atau melihatku dengan picingan mata. Kau tetap dengan erat memelukku, dengan hangat merengkuh pinggangku yang kuyakin semakin berisi dan tak lagi ramping. Kau tetap lembut menyentuh pipiku dan mengecupku yang kutau tak jarang dipenuhi dengan jerawat2 kecil disana sini
Bagaimapaun fisikku saat itu, Terima kasih kau tetap menganggapku sebagai 'princess' mu meski aku yakin, aku jauh berbeda dengan tokoh-tokoh princess di disney.
Berbicara soal perhatian, Aku bukanlah wanita dengan segudang perhatian
Kau tak pernah mendapatkan ucapan selamat pagi di setiap bangun tidurmu, namun percayalah setiap pagi aku membuka mata, aku tak pernah lupa padamu.
Kau mungkin akan sangat jarang menerima ucapan selamat malam, selamat tidur, namun percayalah sebelum ku pejamkan matamu aku berdoa untukmu agar mimpimu indah
Kau mungkin tak pernah mendapatkan wanitamu mengingatkan "jangan lupa makan, jangan lupa shalat, atau peringatan sederhana lainnya" namun percayalah aku selalu berharap harimu baik-baik saja
Ketika kau sedang sakit, kau tak akan dapatkan wanitamu menghampirimu mencurahkan segala perhatian, namun percayalah, dibalik kata sederhana "cepat sembuh" dariku mataku menahan airmata dikala tau kau dalam kondisi tak sehat. hatiku tak henti mengucap doa agar esok hari kau sudah sehat seperti sedia kala.
kau mungkin akan sangat amat jarang mendengar kata cinta, sayang, rindu dari bibirku karena gengsiku yang seringkali tak bersahabat ini, namun percayalah aku selalu ucapkan itu dalam diamku karena cintaku memiliki bentuk yang sempurna, sayangku tanpa celah, dan rinduku tanpa alasan.
Maafkan aku, jika sebagai wanitamu, aku terlihat sangat amatlah cuek, tapi.. terimakasih kau tetap menerimaku dan tak pernah mempermasalahkan itu 
Padamu kutemukan rute pulang dan kebahagiaan
Kau bahkan pernah bilang saat usia segini yang terpenting rasa nyaman. Oh sayang, pria mana yang bisa bertekuk lutut, dan jatuh cinta hanya karena rasa nyaman? Dulu aku memang tak percaya, tapi kau buktikan kata-katamu sayang. 
Kau seringkali bilang, kau merasa nyaman dan bahagia bersamaku. Tapi tahukah sayangku, sesungguhnya pada dada bidangmu aku pun menemukan rute pulang, Pada tatapmu, pelukmu ku temukan kenyamanan dan kebahagiaan yang luar biasa. Padamu kutemukan pendamping yang selalu berhasil mempuatku tersipu. Terima kasih karena telah menjadikanku wanita yang amat beruntung telah memilikimu

Terima kasih atas segala kebersamaan yang kau beri
 dengan sederhana namun terlalu istimewa
Izinkan aku mengucap syukur atas kehadiranmu di setiap waktuku. Pendampinganmu membuat hariku lebih berwarna, rutinitasku tak lagi terasa membosankan.
Terima kasih sayang, untuk semua yang kau berikan padaku.
Untuk segala bentuk perhatian kecilmu yang membuatku merasa dicinta
Untuk segala waktumu ditengah padatnya aktifitas
Untuk segala tingkah mu yang membuatku disayang
Untuk telinga yang selalu tersedia untuk setiap perbincangan
Untuk tatapan matamu yang selalu memujaku
Untuk mulut yang tak pernah sekalipun mengeluhkanku
Untuk gandengan kekar tanganmu setiap kali kita berjalan
Untuk genggaman tanganmu seakan tak ingin melepasku
Untuk rengkuhan lingkar tanganmu dipinggangku dengan amat mesra

Untuk kesetiaanmu yang kau putuskan ketika memiliki-ku
Untuk kecupan tulusmu yang mampu membuatku berada dilangit ketujuh
Untuk senyummu yang selalu kusuka ketika melihatnya
Untuk tawamu yang selalu membuatku jatuh cinta ketika mendengarnya

Bersamamu, aku tahu akan selalu ada banyak hal untuk memperjuangkan hubungan ini
Disisimu aku punya segudang alasan untuk aku bertahan tak peduli terkadang keadaan atau sekali pikiran nakalku meminta untuk melepasmu
Maafkan aku sayang, kau memang didampingi wanita yang jauh dari kata sempurna namun terima kasih kau percaya rasaku sempurna
Diluar sana, aku yakin kau tak buta dan kau amatlah sadar. masih banyak wanita yang lebih sempurna wanita yang yang lebih cantik dariku layaknya bidadari dari khayangan, dengan fisik layaknya model, lebih anggun perangainya, lembut tutur katanya, lebih ahli memanjakan-mu, lebih berani mengungkap segala perasaan memiliki segudang kata-kata manis dan perhatian.
Aku sadar, Kau selalu punya pilihan, sayang, kau sangat amat mampu mencari yang lebih baik dengan perangai yang lebih menawan dan wajah lebih rupawan. Tapi padaku kau tetap memilih untuk terus bersama menemani harimu. Terima kasih karena telah mengajarkanku arti dicinta dan mencintai dalam kesederhanaan. Terima kasih untuk kelapangan hati menerima wanitamu yang jauh dari kata sempurna yang tak cantik dan manis ini. Terima kasih telah berhasil menggenapkanku


Dari wanitamu, dengan segala kekurangan
dan rasa yang akan selalu bertahan
serta impian bersamamu yang tak pernah putus 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar