Sabtu, April 16, 2016

Dear, My Ex-Boyfriend

Hai kamu...
Seseorang yang tak tahu bagaimana lagi untuk ku sapa
Iya kamu, apa kabarmu disana?
Semoga kau baik2 saja dan selalu bahagia.
haha, Lucu ya, mungkin kamu bahagia tanpa aku
Haruskah aku yang berkata "semoga bahagia" untuk diriku sendiri.

I miss you a lot, but..
I don't want to talk with you, Oh no I can't
I don't want to hear how great things are since you left
or how happy you are without me
I don't want to hear the thing yo've FORGOTTEN.
maybe, I dont miss you
I just miss when you were here

Jika kau bertanya apa maksudku menulis ini,
aku tak punya maksud apapun.
aku hanya lelah berpura2 bahagia
bukannya aku tak mampu bahagia sendiri
namun membiasakan diri bahagia karena kita menjadi bahagia karena aku tidaklah mudah
aku lelah berpura-pura aku telah melupakanmu
karena telah banyak cerita yang kita ciptakan hingga aku tak tahu bagaimana mengakhirinya
aku lelah berpura-pura telah membuka hati
karena melupakanmu tak semudah ketika aku belajar mencintai dirimu
Dan aku lelah telah bersandiwara dengan hatiku sendiri
Aku rasa, tak ada orang yang baik-baik saja ketika ditinggalkan atau meninggalkan oang yang dia sayang, bahkan itu termasuk aku..
Tak tahu, siapakah yang pergi. Dirimu atau Diriku?
Tapi apapun itu, terlepas darimu bukanlah perkara mudah
It's the hardest thing that must I do.
Melupakanmu bukanlah perkara sekedar "lupakan saja"
Its very hurt when I must do this, and I always comeback to our memorize

Hei, Terimakasih yaa,
Terimakasih telah membuatku mengerti bagaimana mencintai
Terima kasih telah membuatku merasakan bahagianya dicintai walau akhirnya kau melangkah pergi
Terimakasih telah mengajarkanku arti sebuah perjuangan untuk mempertahankan
Terimakasih kau mengajariku bagaimana membuat jatuh hati lalu melangkah pergi.
Terimakasih yaa,
Terimakasih atas lembaran-lembaran cerita yang pernah kau buat bersamaku
Terimakasih telah memberikan banyak warna hingga aku tak mampu menebaknya
Terimakasih atas sejuta kenangan yang tak mampu aku lupakan
Terimakasih atas ribuan foto yang pernah kau ambil dan tak bisa ku hapus
Terimakasih membuatku nyaman dan selalu ingin kembali
Terimakasih yaa.
Terimakasih pernah mengandengku seakan ingin tetap aku berada disisi
Terimakasih pernah memelukku erat seakan kau tak ingin melepasku
Terimakasih pernah mengecup keningku membuatku merasa dicinta
Terimakasih pernah bersedia memberikan pinggang untuk ku rengkuh dari belakang ketika bersamamu dimotor berbicara ngalur ngidul membuat pipi ngilu
Terimakasih pernah bersedia memberikan lengan untuk ku gandeng ketika berjalan berdua bersana
Terimakasih atas hobbymu mencubit pipiku membuatku bangga atas pipi chubby ku ini

Mungkin bukan akulah wanita terbaik untukmu
Mungkin bukan akulah wanita yang kau cari untuk membuatmu berhenti mencari
Mungkin bukan akulah wanita yang mampu membuatmu nyaman dan membangun rumah dihati
Mungkin bukan akulah wanita yang pantas untuk kau perjuangkan dan pertahankan
Mungkin bukan akulah wanita yang mampu mengerti dirimu
Maaf untuk itu semua,
Maaf harus membuatmu membenciku, bukan itu maksudku
Maaf harus membuatmu berpaling pergi, bukan itu mauku
Maaf jika caraku haruslah salah

I'm so sorry, if until now, I still love you so much, 
I know it's wrong thing, but for forget you I can't. 
How must I do?
Everytime I see your photo, I know your activity
I fall in love all over again, I know I must stop it but I cant't, what must I do?
I'm sorry if I still hope you comeback to me, love me again
I know, it's impossible thing, but What must i do to stop this wishes?

Saat ini dan kemarin, kita telah kalah sayang
Kita telah kalah dan menyerah dengan keadaan
Mungkin inilah takdir terbaik dari Tuhan untuk kita, berpisah
saling menjauh, meluapakan kita pernah kenal dan pernah bersama
agar tak ada lagi yang menyakiti maupun tersakiti
Dapatkah aku bertemu lagi denganmu ketika semua telah berubah lebih baik
Dapatkah sesekali kita berbincang berbagi cerita
Mungkin semua tak akan lagi sama
Tapi mengenalmu baik dulu maupun kini adalah hal terbaik untukku

Dear, You, My Ex-Boyfriend who still I loved.
For you..
I miss you so bad and I still love you somuch
I know, It's wrong, I know I should hate you 
I still remember all the thing about us
I know, It's wrong, I know I must forget everything
But....
I can't, I wish I could, but I can't
Tell me, how the way

-Sincerely, me, your ex-girlfriend-
For one name still I keep, you, 

Senin, April 11, 2016

Ketika kamu telah pergi tanpa sepatah kata pamit

Untuk kamu, Yang sempat hadir.

Apa kabar? Sudah lama kita tak jumpa.
Ah Jangankan berjumpa, saling sapa pun sudah tidak. Aku maklumi itu semua. Aku menghargai kehidupanmu, dan kau? entahlah masih peduli dengan hidupku atau tidak.

Mungkin kamu akan bertanya, kenapa aku menulis ini semua? Jika kau mengira, karena aku ingin mencuri perhatianmu tentu tidak. Untuk apa. Lalu jika kau mengira, aku ingin mendramatisir keadaan pasca terlepas darimu itupun tidak. Sama sekali tidak.
Aku menulis semua ini hanya karena rindu. Tak pernahkah kau merasakannya juga? Aku harap kau sempat merindukanku walau hanya semalam. Setidaknya kau mengingat bagaimana kita pernah tertawa bersama, atau melihatku tersenyum. Setidaknya kau mengingat bagaimana susahnya berusaha dan mudahnya menyerah.

Cinta kita mungkin masih merupakan cinta monyet. Lucu ya mengingat umur kita yang cukup dewasa, cinta monyet itu masihlah ada. Cinta yang terus tumbuh hanya karena seringnya kita berbagi. Cinta yang terus tumbuh ketika kita bertukar sapa dan senyum. Cinta yang terus tumbuh karena pipiku merona setiap kali mendengar namamu. Cinta yang terus tumbuh karena sikapmu yang seringkali membuatku malu. Manis. Aku masih bisa merasakannya walaupun sedikit dan masih mengingat setiap detail itu.
Aku masih ingat betapa lucunya saat pertama kali aku melihatmu. Kita terlihat canggung. Kau memperkenalkan namamu kembali "namaku defri". Lalu saling tersenyum dan tertawa sesudahnya.
Aku juga masih ingat betapa indahnya hujan malam itu setelah kita mulai meresmikan hubungan lebih dari sekedar kawan. kau terus melajukan motor dengan cepat agar aku tidak lama terkena hujan walau akhirnya kita perlu meneduh. Aku hanya bisa bersembunyi sambil malu maulu untuk mengeratkan pelukan dibalik punggungmu. Kau tidak tahu, seberapa banyak aku tersenyum saat itu..

Aku tidak peduli, apakah aku cinta pertamamu atau bukan. Aku menyimpan memori dalam hidupmu atau tidak. Yang aku tahu aku merasakannya. Cukup aku.
Kau juga bukan kekasih pertamaku atau kedua. Tapi percayalah. Kau membuatku mengenal banyak hal untuk pertama kalinya. Kau membuat aku banyak belajar untuk pertama kalinya.
Kau orang pertama yang membuatku merasa berharga dan merasa dihargai. Kau membuat aku merasa bahwa aku adalah seseorang yang patut diperjuangkan dan dicintai walau akhirnya kau yang pergi melupakan rasa itu membuatku terus menunggu dan menanti hadirmu

Untuk kamu, yang sempat hadir.

Maaf aku sempat membuatmu muak. Dengan sikapku yang kekanak-kanakan. Yang sering mengeluh, yang sering berdrama dengan segala masalah menceritakan setiap masalah. Kau selalu diam tanpa mengajukan keluhan. Dan lagi, aku terlambat menyadarinya. Aku tau aku salah, tapi siapa yang peduli saat itu. Yang aku tau hanya, cinta itu menyakitkan ketika kamu pergi. Itu saja. Bodoh? Iya. Sangat bodoh. Kadang aku pun hanya tertawa bila mengingatnya. Perjalanan kita amat sangat lucu ternyata.

Aku ingat, kita mengakhiri dengan cara yang salah. Entah aku, atau kamu. Tapi aku tak ingin menyalahkan siapapun, karena untuk masalah perasaan semua orang akan merasa benar. Meskipun penuh kebohongan dan ketidakpedulian. Cukup aku saja yang tau maksud semuanya.

Perjalanan memang kadang membuat aku terbang lalu jatuh. Dan terimakasih, kamu telah menjadi perjalananku. Hidup kadang terasa manis seperti gulali yang aku beli di taman hiburan, tapi ada masanya terasa pahit sama seperti aku yg tidak sengaja menyesap ampas kopi. Dan kamu telah menjadi keduanya di saat yang bersamaan. Sekali lagi, terimakasih. Untuk pernah hadir lalu pergi. Dan untuk sempat memulai lalu mengakhiri.

Untuk kamu, yang sempat hadir.

Aku tadi bilang bahwa aku merindukanmu, tapi setelah aku menulis ini semua aku tak lagi merasakannya. Aku sedang tersenyum, percayalah. Aku bahagia. Tak perlu aku yang merindukanmu lagi. Tugasku sudah cukup. Tugasku kini pergi lalu menghilang. Untuk tak saling mengenal seperti maumu akan lebih baik, mungkinkah? Hahaha aku hanya bercanda. Aku tidak kekanak kanakan lagi, aku telah memaafkan, aku tak akan pura2 tak pernah mengenalmu, bagaimanapun kau pernah menjadi seseorang untuk diriku. Aku hanya berharap aku dan kamu baik baik saja. Kita bahagia bersama meski di jalan yang berbeda.

Dan entah kapan akan menjadi harapan terakhirku, mungkin ketika aku telah sadar kita hanya ditakdirkan untuk bertemu lalu menghilang, adalah suatu saat aku dapat bertemu kamu, dengan senyuman. Tak ada lagi kecanggungan. Lalu berbincang. Dan aku akan mengenalkan seseorang padamu. Dan sebaliknya.
Iya, seseorang yang aku kenalkan adalah orang yang membuat aku tersenyum setelah kamu membuat aku menangis. Dan kamu, mengenalkan seseorang yang kamu ajak tersenyum ketika aku sedang menangis.

Untuk kamu. Yang sempat hadir.
Aku merasa cukup. Dan aku pergi. ya, aku akan berjalan mundur perlahan entah bagaimana caranya
Terimakasih atas semua yang pernah kamu beri mengajarkanku banyak hal
Maafkan aku yang tak pernah mengerti tentang kamu bahkan hingga sekarang kau telah pergi menjauh