Selasa, April 07, 2015

Karena dibalik Senyum, Selalu Ada Tawa



See? Di foto ini, kita tersenyum sangat amat manis, lembut.. Beberapa orang diluar sana akan ber-asumsi, kita adalah sekelompok wanita anggun, dengan tutur kata yang lembut. Namun mereka tak salah, hanya saja yang mereka tak ketahui, kita sangat amat pandai menyembunyikan tawa gila kita. Ketika kita sudah bersama maka tak kenal tempat dan waktu kita akan tertawa mentertawakan kebodohan kita sendiri.
Kita mampu tersenyum sangat amat manis nan cantik difoto namun kita juga sangat amat mampu bertingkah gila, seperti halnya anak kecil yang memiliki dunia nya sendiri. Ketika kita tertawa mentertawakan kebodohan kita sendiri, aku tak malu, aku bahagia. Aku tak peduli pada orang diluar sana memandang kita.
Ah, tak banyak yang mampu kutulis mengeni kalian. Mulutku mendadak bisu, Tanganku mendadak kaku karena terlalu banyak cerita tentang kalian. Tapi satu yang perlu kalian tahu. Aku sangat amat bersyukur dipertemukan dengan kalian, Aku bahagia, kalian menjadi penghibur melepas penatnya tugas-tugas kuliah, berbagai mata kuliah sulit nan abstrak, hingga skripsi. Entah apa yang mepersatukan kita sebelumnya, itu menjadi tanda tanyaku hingga saat ini namun aku tak butuh jawabnya. Yang aku butuhkan selalu senyum dan tawa kalian hingga nanti kita semakin menua karena itu yang akan menjadi salah satu bagian terindah dalam cerita-ceritaku, bagian yang akan selalu membuatku tertawa sendiri ketika mengingatnya.




Tak terasa yaa.. kita sudah berada di semester akhir, Entah beberapa bulan lagi, kita akan memiliki kesibukan yang berbeda, tak lagi kesibukan yang sama ketika kuliah-kuliah dulu. Entah pada bulan apa, nantinya kita akan berpisah, kembali ke kota kita masing-masing, menggapai cita-cita masing-masing.
Jujur, sedih jika aku harus mengingatnya, entah dapatkah aku menemukan sekelompok sahabat seperti kalian tak mengenal apa itu "jaga image" disaat kita sedang bersama nantinya?

satu pesanku untuk kalian, para sahabatku, Terima kasih kesediaan kalian tersenyum dan tertawa bersamaku, kesediaan kalian untuk meng'gila' bersama, kesediaan kalian membuang apa itu rasa malu ketika kita telah bersama, Terima kasih telah selalu menyediakan telinga yang mendengar segala cerita tak berbatas, menyediakan mulut yang akan selalu mengoceh tiada henti dan Terima Kasih telah menjadi sahabat ditengah padatnya kesibukan serta aktifitas, aku bersyukur harus bersahabat dengan kalian. Entah dimanapun nanti kita berada, entah ditempat maupun waktu yang berbeda tetaplah menjadi sahabat yang akan selalu kurindukan. Yang akan tetap meng'gila' bersama ketika kita berkumpul. I will miss you cewe-cewe cantik




Karena kamu yang akan ku perjuangkan :)

Ada satu pernyataan sederhana yang pernah kau ucap.
Ada dua sisi, ada positif ada negatif. Kata orang mungkin tergantung dari kacamata mana kita menilai.
Oke karena pernyataan ini terlontar dari mulutmu, aku mencoba melihatnya dari sisi positif.
Ketika kau berucap "takutnya kalau kita ga jadi....." 
entah sadar atau tidak kah kamu kalimat itu sedikit menyakitkan hatiku. 
Ragukah kamu? aku terdiam memikirkan berbagai kemungkinan, mengartikan beberapa pertanyaan.
Jujur, aku ingin sekali mengenal keluargamu, mencoba masuk dalam keluargamu, entah kapan kau berani mengenalkanku. Cepat ataupun lambat jika kita serius kita akan mengenalkan pada keluarga. Nantinya hubungan ini bukan hanya tentang aku dan kamu tapi juga tentang keluargaku dan keluargamu.
Tetapi aku mencoba menerka meredam ego mengontrol emosi.

Mungkin kita memang memiliki pola pikir dan cara yang berbeda, 
aku tak bisa memaksamu mengikuti pola pikir dan caraku begitupun kamu.
Yang kita perlukan hanya saling memahami dan menyeimbangkan.
Sedikit demi sedikit aku mulai paham. Kita tak pernah tahu bagaimana kamu dan aku esok hari esok lusa beberapa bulan lagi dan selanjutnya.

Ada tanya dan jawaban sederhana
Kamulah harapanku? YA !
Inginkah aku menua bersamamu? YA !
Siapkah aku menjadi makmum-mu kelak? YA !
Sediakah aku dibimbing olehmu, menuruti kata-katamu? YA !
Yakinkah aku kelak itu semua pasti akan terjadi? Ah sayang jawabanku "tidak" bukan, bukan berarti aku ragu padamu namun aku tak pernah tahu rencana terbaik dan terbesar Tuhan untukku.
Aku memang ingin menjadi yang terakhir dan kamu menjadi yang terakhir tapi aku tak mampu yakinkan dengan pasti itu akan terjadi.
Terima kasih telah menyadarkanku. Aku masih percaya jodoh dapat diusahakan. 
Aku memanglah ragu nantinya kita akan bersatu tapi bukan berarti tak bisa ku usahakan,
Dan lucunya ini membuatku semakin ingin berjuang lebih keras dari biasanya
memanjatkan doa lebih dari biasanya, menyebut namamu dalam doaku lebih sering dari biasanya

Aku akan berjuang untukmu semaksimal aku mampu berjuang, 
aku harap kau lakukan hal yang sama untuk kita sama-sama berusaha.
Dan aku menunggu, menunggu.....
Waktu akan menyingkap semuanya
Tuhan akan menjawab segalanya
Jikalau doa dan usaha kita didengar, kelak kita pasti akan bersatu di waktu yang tak pernah kita tahu.
Jikalau tidak, setidaknya aku pernah memperjuangkanmu dan itu tak akan pernah kusesali, karena dari situ aku percaya aku telah banyak belajar untukku lebih dewasa

Kamis, April 02, 2015

Walau aku dan kamu bukan yang pertama singgah di Hati...

Pertemuan kita beberapa bulan silam memang tak pernah kuduga sebelumnya. Kita yang sama-sama menimba ilmu di satu universitas yang sama, tinggal di kota yang sama, kala itu kita belum mengerti Tuhan akan meramu 'aku' dan 'kamu' menjadi 'kita'
Aku dan kamu adalah mahasiswa beda jurusan dengan segudang kesibukan tugas kuliah yang berbeda. Hingga akhirnya kita bertemu dipagi hari, aku tanpa sepoles bedak belum tersiram air dengan pakaian seadanya. Ya, kita berkenalan lewat seorang temanku dan temanmu,
Pertemuan kita biasa saja saat itu, aku bahkan belum membuka hati dan masih terjebak dalam lingkar masa lalu ku. Ya, hingga waktu yang tanpa kusadari memaksaku untuk menerima hadirmu.

Ditengah kesibukan yang menghampiri, kita sempatkan untuk bersua atau berbincang. Entahlah mungkin sebagai pengisi energi di tengah penatnya pikiran akan tugas-tugas kuliah yang menumpuk. Tawamu yang memaksa masuk dalam relung hatiku yang telah lama aku tutup, tawaku yang tak pernah kamu bosan dengarkan.
Ya, saat itu hati ku pun belum mendeteksi kamulah yang selanjutnya akan singgah dihatiku hingga aku dan kamu telah berubah menjadi kita

aku sadar, aku bukanlah wanita pertama yang masuk dan menjelahi relung-relung hatimu, begitupun kamu yang kala itu masih mencoba membuka gerbang pintu hati yang telah lama ku tutup. Namun usahamu tak sia-sia, sayang.
Aku sadar, bukan tubuhkulah yang pertama kali kamu peluk erat, Ada tubuh wanita lain sebelum aku yang pernah kau peluk erat hingga tak ingin kamu lepaskan
Bukan tangankulah dan jemariku yang kau genggam erat pertama kali. begitupun dengan dirimu, sebelum mu ada sosok pria lain yang kujaga mati-matian hingga tak ingin kulepas
Terkadang, aku menabung cemburu tak beralasan akan masa lalumu, namun pantaskah aku mencumburui masa lalumu, haruskah aku berterima kasih kepada wanita-wanita yang pernah singgah dihatimu karena jasa mereka menjalankan peran mereka dengan sempurna menjadikan sosokmu kini yang jauh lebih dewasa.
Ah, maafkan aku sayang, hanya segenggam kesedarhanaan yang kubawa ketika bersemayam di hatimu, maafkan aku jika harus aku gadis biasa saja yang kau temui, maafkan jika aku tak sesempurna wanita-wanita sebelumnya. Namun percayalah, aku selalu berusaha untuk membuatmu bahagia karena inginku menua dihatimu. Izinkan aku menetap dihatimu selamanya, menjadi wanita terakhir yang bersemayam di hatimu hingga kita mengucap janji suci sehidup semati nantinya. Dapatkah?

Terima kasih telah memujiku cantik bahkan disaat, wajahku tak terkena riasan. 
Pertama kali kamu memujiku cantik, wajahku saat itu mungkin terias sempurna, dengan polesan bedak dan lipstik di bibirku. Ah, ku anggap itu hanya penghargaanmu atas usahaku terlihat spesial.Kini, aku tersadar, kau pernah melontarkan pujian bahkan saat wajahku tak terkena polesan makeup dan bibirku tak tersentuh lipstik, Terima kasih telah membuatku merasa spesial bahkan disaat wajahku tak terias sempurna, membuatku paham, kesederhanaan-ku pun tak mengapa. Tapi.. lucunya, ini tetap menambah keinginanku untuk selalu tampil istimewa didepanmu 
Dan banyak terima kasihku yang lainnya. 
Jika harus kusebutkan satu-satu rasa terimakasihku atas segala hal yang kau lakukan tanpa kecuali, Atas semua yang kamu usahakan untuk kita
 tulisan ini tak akan ada akhirnya, mungkin kini kau telah bosan membacanya
Tapi ingatlah satu hal, bahwa aku akan selalu berusaha untuk membalasnya
untuk tetap membuatmu bahagia, membuatmu tertawa.
tetaplah berusaha untuk kita, dan sama-sama berusaha yaa?