ketika dulu aku memutuskan untuk membuka halaman baru dan menutup lembaran lama
tentangmu.. namamu yang belum lama telah tertulis dengan pena.
ketika kini aku memutuskan untuk menutup lagi lembaran ini?
tentangmu.. namamu yang hanya akan menjadi kenangan dan harapan tak terwujud.
Awal....
aku tak pernah fikir dalam akal ku aku akan mengenalmu
aku tak pernah bayangkan dalam benak ku aku akan bertemu
semua terjadi begitu saja lewat seorang teman
sekian lama..
aku nyaman denganmu, kau buka gembok hati
semua terjadi begitu cepat. aku menyukaimu
hari berganti hari, perhatianmu aku balas dengan perhatianku
tanpa aku sadari aku telah menyalakan bara apiku sendiri
tanpa aku tahu aku telah asik bermain api
aku suka kondisi saat itu, rasanya api yang ku buat menghangatkanku
kini...
aku tak pernah fikir ini terjadi begitu amat sangat cepat
aku tak pernah bayangkan dalam benakku kau hanya sebentar hadir
semua telah terjadi dan semua telah berakhir
saat aku sadar rasaku lebih dari sekedar 'aku menyukaimu'
kamu telah pergi, tanpa sebuah alasan tanpa sebuah penjelasan
jujur saat itu...
kaulah jawaban ketika harapan menjadi sebuah teka teki
ketika cinta menjadi sebuah pertanyaan
dan kini teka teki maupun pertanyaan itu tak pernah menemukan jawabannya
yang sekarang api yang kunyalakan perlahan membakarku, melewati batas hangat.
sakit..
ada sebuah perasaan yang terluka saat kau hilang
ada rindu saat kau tak lagi rindu
ada kecewa ketika kau hanyalah sesaat hadir
ada tangis saat aku merasa tersakiti, ada air mata ketika hati tergores luka
aku tau mungkin aku salah terlalu cepat jatuh cinta, tapi apa salah hati
aku tak pernah meminta atau mencoba untuk melabuhkan cinta pada lelaki asing sepertimu
aku hanya mencoba, ingin merasakan lagi bahagia dicintai dan mencintai, apa aku salah?
entahlah.. bahkan itu masih menjadi salah satu tanda tanya.
namun yang aku percaya
ada alasan dibalik 'mengapa aku harus mengenalmu saat milyaran orang didunia ada disekelilingku'
ada alasan dibalik 'kenapa harus dirimu yang aku berikan hati'
tak ada yang percuma tak akan ada kata siasia
aku hanya belum menemukan jawaban atas segala tanda tanya
satu kata untukmu..
mungkin kita hanya akan bertatap muka 2kali selama aku mengenalmu
entah suatu hari akankah kita berjumpa? tapi ingin ku katakan.
aku tau, kamu tau bahwa aku punya rasa untukmu lebih dari sekedar kawan
tak apa.. aku tak perlu bingung untuk mengungkapkannya
tapi yang belum kamu tau, entah ingin kau ketahui apa tidak
aku tak pernah sedikitpun menyesal telah mengenalmu, telah menyukaimu, menyayangimu
atau mungkin telah jatuh cinta. tak pernah ku sesali itu.
Saat itu hatiku yang telah memilihmu untuk aku buka pintu hati, kau yang kupilih untuk mengisi keseharianku
walau kau hanya sesaat hadir tapi kau berhasil melukis pelangi di hamparan duka yang kumiliki
kau berikanku harapan baru pada cinta walau kini dengan cepat kau beri aku kecewa.
walau kau kini hilang, pergi tanpa pernah aku tau alasanmu tanpa pernah aku dengar penjelasanmu
ketika aku sedang berharap lebih padamu, aku tak pernah membencimu,
tak perlu kau inget aku saat ini, ku hanya harap kau sadar aku pernah ada dalam hidupmu.
terima kasih atas warna yang kau berikan walau singkat.
terima kasih atas perhatian yang kau curahkan walau sebentar
setidaknya kau buat aku ingat kembali rasanya manis cinta walau kini aku tersiksa
but.....
"Cinta itu siksaan yang manis bukan? :)"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar