Senin, Maret 31, 2014

untuk kamu yang tak pernah ada

Ini untuk kamu...
Seorang kamu yang dalam waktu singkat mengisi keseharianku
dirimu yang mencoba mengisi kesendirianku
Kamu yang tak pernah ada dalam semua tulisan tulisanku.
Aku tak akan bercerita awal mula karena aku tau kamu pastilah mengerti

Aku ga pernah tau hingga detik ini seberapa besar rasa marahku.. Ingin ku redakan rasa marah tapi segala cara ku coba tak bisa mungkin aku yg belom bisa belajar ikhlas.. Setiap secara tak sengaja aku melihat profilmu terganti saat itu juga rasa marahku mencuat memenuhi sesak ubun2 ku

Aku ingin memaki tapi aku masih belajar sabar, aku ingin sekali berkata betapa marahnya aku tapi aku masih belajar menerima.. Aku bukanlah wanita dengan mudah menumpahkan segala emosi yang ada tapi aku wanita biasa dgn perasaan lembutnya hingga dgn terpaksa aku harus menyimpan emosi berharap waktu akan menghapusnya.

Aku mengharapkan aku akan mudah memaafkan, melupakan segala masalah lalu. Rasa marah rasa kecewa membuatku merasakan trauma untuk mencoba mencintai lagi dan tak percaya rasanya dicintai. Aku yang salah aku yang membiarkan diriku terjebak dalam lingkar cinta masa lalu yang masih saja ku nina bobokan sendiri, tiap ku coba keluar dari lingkaran yg ku rangkai terlepas dari ikatan erat yang ku buat sendiri menyakiti ku melukai hati lembut membuatku semakin meyakini kehidupan cinta di luar lingkaran itu masih terlalu keras untuk ku terima

Kau tau bahkan aku belum mencoba mencintaimu, aku masih bertahan mencoba membuka gembok hatiku untuk kubiarkan kau masuki karena pada awalnya aku percaya kau bisa memberiku bahagia cinta. Namun aku bersyukur aku mengetahui dirimu yang tega dirimu yang berbohong untuk mengelabui aku sebelum aku berhasil membuka gembok hatiku. Aku syukuri perasaanku yg ada sekarang untuk seorang dimasa lalu. Mungkin pernah aku ditinggalkannya tapi setidaknya ia tak pernah menyakitiku dgn sengaja sepertimu yg mungkin mengira hal itu tak menyakitkan.

Terima kasih untuk semua kenangan yang secara singkat pernah kau berikan, terima kasih jika memang kau pernah menyukaiku tapi sayang mulutmu dusta. Maaf rasa kecewa dan marahku belumlah sempurna padam

Mungkin benar, cinta itu siksaan yang manis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar