When you read my blog, you will know a little more about my 'world'. Its my Story. My Blog just for sharing
Minggu, September 15, 2013
Duka itu selalu ada bahkan dalam persahabatan
Jika saat ini ada yang bertanya padaku, "apa yang kamu takutkan sekarang nab?" Aku pun akan menjawab "aku takut.. Takut adanya jarak sedikit aja dari persahabatanku, aku takut kata2 'kita sahabat' mendadak semu walau hanya dengan 1 orang, aku takut.. Takut harus menangisi lembaran lalu dalam buku persahabatanku"
That's why I wrote this story..
Masalah....
Yah masalah, kenapa kau selalu datang tanpa memberikan sedikit waktu untuk kita 'istirahat' sejenak..
Ah, masalah..
kau tau, aku tak pernah mengundangmu, memintamu hadir dalam keseharian..
yaa, karena aku selalu ingin perjalanan yang lurus tanpa ada lika liku yang terkadang begitu memilukan hati..
Duh, masalah..
Aku sadar, kau datang selalu satu paket dengan solusinya, iya aku paham akan ada pintu di ujung jalan sana untuk dibuka tapi mengapa ya sulit sekali untuk berlari menggapainya..
hari itu ketika malam saat ingin ku menutup mata tertidur dan pagi aku bangun dari mimpiku, aku masih merasa mampu untuk sunggingkan senyum teringat 'konflik' itu sudahlah berakhir tapi aku tak pernah tau apa yang bisa terjadi beberapa jam kemudian..
waktu begitu cepat berjalan, ah tidak waktu sedang berlari saat itu.. dan kau masalah, kau dateng lagi, menulis cerita duka dalam buku persahabatanku, dan sekarang dalam episode ini aku lah 'pemain' yang memulai.
aku punya salah dalam cerita ini tapi egosime diriku gengsi diriku terlalu tinggi bahkan dengan sahabatku sendiri, ah setan apa yang merasuki hati dan pikiranku menjadi sangat amat keras kepala..
hanya dengan sebuah kalimat yang menurutku sedikit menusuk, entah ya, mungkin aku yang terlalu perasa rasa sesal rasa salah berbuah menjadi rasa marah, rasa sakit hati..
Berhari-hari berlalu, apa aku masih marah? ah tentu tidak..
saat aku melihat foto2 itu di hp, laptop, dinding kamarku apa aku menyimpan benci? ah tidak..
aku sedih, aku pilu.. kenapa kau harus hadir lagi tanpa memberikanku sedikit waktu menikmati perjalanan lurus? aku harus membelok begitu tajam hingga aku terjatuh, aku menangis..
yaAllah.. sungguh tangisku ini karena masalah ini, tiap hari tiap saat aku selalu mencoba melupakan masalah ini seolah hanya angin lalu, aku tak sanggup untuk mengingat tiap detail dari masalah ini..
yaAllah.. aku terlalu ringkih, tak cukup kuat untuk menghadapi masalah ini, aku sadar aku hanya berdiam diri, aku tak berusaha mengejar waktu yang semakin berlari..
yaAllah.. butakah aku saat itu? aku memiliki mereka, aku mempunyai mereka dalam hidupku sekarang, seharusnya aku sadar mereka tak akan membiarkanku berjalan sendiri tersesat mencari ujung jalan ini.
yaAllah... setan apakah yang menutup hati dan pikiranku hingga aku terlalu bodoh dalam masalah ini?
ah tapi kau masalah, kau memang selalu lebih cerdas dari kami, kau selalu bisa menemukan aku bahkan disaat aku sedang bersermbunyi darimu seperti ini
tapi.. tak ada sahabat yang mau persahabatannya rusak..
menasehatiku.. memberikan segala macem nasihat, aku terlalu batu yaa tapi sahabat itu tak capek.. ah aku terlalu bodoh, terlalu keras kepala..
"kamu kan pernah bilang ban, sahabat itu kaya pelangi, berbeda warnanya, tapi disaat warna itu disatukan indah banget"
"aku juga punya sahabat.. sampe sekarang ya tetep contact... tapi pas kuliah ini, aku merasa seperti keluarga sama kalian"
yaAllah.. Apa daya diri ini, di salah satu sudut ruang hatiku masih menyimpan duka karena ini, terlalu dalam membuat kuatku menjadi lemah. tangisku pecah.. saat aku merenung, membaca setiap kata dari tulisan tulisan yang pernah aku buat, aku menyadari satu hal..
'Aku memang sakit hati, ya aku tak memungkiri itu, tapi ternyata jauh lebih sakit saat aku sadar ada jarak antara persahabatanku.. aku tak sampai hati jika harus merusak persahabatan ini, cerita-cerita kita terlalu indah.. ya terlalu indah sampai terasa perih jika harus dilupakan.. buku itu masih harus terbuka, masih haus dengan cerita2 kita, masih lapar dengan coret2an kenangan kita, belum saatnya untuk ditutup. Tidak, tidak akan ada akhir dari buku kita, bukan kita yang akan menutupnya, bukan.. Bahkan hingga nanti kita melepas status mahasiswa, meninggalkan kota yang penuh kenangan yang mempertemukan dan mempersatukan kita, buku kita akan selalu terbuka menunggu untuk kita ukir cerita di setiap lembarnya..Hanya waktu yang akan berbicara harus berakhir hingga takdir yang menentukan untuk buku itu di tutup.. Selama kita masih bernafas menginjakkan kaki di bumi ini kita belum tau dimana apa gimana ending dari buku itu.. Karena semua tentang cerita kita'
SATU, kalian perlu tahu. aku berikan sedikit bocoran pada kalian, kalian tahu aku suka sekali menulis dari dulu, aku mulai saat aku masih berseragam putih biru, menjadi hobi sedikit demi sedikit saat aku berseragam putih abu2, menjadi kebiasaan saat aku berseragam bebas. yap aku punya duniaku sendiri dalam hal tulis menulis, tanganku yang menari-nari kecil membentuk tulisan 'indah' bercerita banyak tapi secara tak sadar tulisan tentang kalianlah yang kali ini memenuhi inspirasiku, tulisan tentang kalian lah yang paling banyak aku ceritakan dari puluhan tulisanku yang ada.. memoku bukan hanya blog-ku lho :)
Ah masalah..
sejahat apapun kau hadir, tak akan merubah kenyataan kalo persahabatan kita indah.. yaa sejatinya, semarah apapun aku dengan mereka, mereka tetep menjadi sahabatku..
tapi setidaknya aku menyadari sesuatu yang tak pernah aku sadari selama ini..
setiap jenjang sekolah yang aku tempuh, selalu hadir sahabat baru yang mengisi hari-hariku, memang hingga aku melepas status siswi disekolah tersebut, kami tetep bersahabat.. tapi saat inilah, mereka lebih dari sekedar sahabat bagiku, aku terlalu menyayangi mereka selalu, mereka lebih dari sahabat, mereka keluarga untukku.. bukan keluarga dengan status jelas mana ayah mana ibu mana adik mana kakak.. tidak, tapi kebersamaan mereka yang menghapus sepi, tawa mereka yang menghapus sedih, senyum mereka yang mengapus lara, perbedaan yang saling melengkapi hingga hari kita menjadi begitu sempurna dan aku tau mereka begitu berharga untukku.. hei, aku tak akan pernah bisa membayangkan jika persahabatanku harus rusak karena masalah ini, akan hambar sekali keseharianku disini..
"Maafkan aku sahabat.. sejujurnya, aku tak akan berucap 'Andai.....' tidak, bukan karena aku tak mengaku salah, aku hanya mencoba berfikir positif. bukankah masalah itu untuk saling mendekatkan persahabatan kita? mempererat tali persahabatan kita? sungguh aku tak pernah merasa persahabatan kita kendor, tidak.. tali itu hanya sedikit kusut, kembalikan tali itu bersama, aku harap selesainya masalah ini kita akan saling mengerti perbedaan yang ada, aku harap kebodohanku masih kau maafkan.. sungguh aku menyesalinya, aku ikhlas meminta maaf padamu"
Tak akan pernah ada harga yang pantes untuk membayar segala sesalku dan tangisku esok hari jika aku harus merusak persahabatanku sendiri
Terima kasih masalah..
sejatinya seberat apapun kau menaruh beban, itulah yang mendewasakanku.. dan tapi seperti halnya kau masalah yang selalu satu paket dengan solusinya, saat itu tanpa aku sadari duka juga selalu satu paket dengan suka. yap dibalik duka ada suka..aku percaya itu.. aku harus percaya, di balik pintu itu ada bahagia yang harus aku jemput..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar