Senin, Desember 03, 2012

Terima Kasih, Sekarang aku sadar.....


Sebelum aku bercerita panjang lebar dan mencapai inti dari sebuah tulisan tak berbentuk ini, ingin bercerita beberapa kalimat sebagai pembukaan tak bermaksud.
Siang ini, seusai kuliah aku sempatkan untuk shalat dzuhur dulu sebelum kembali ke kos karena waktu sudah menunjukkan pukul set 2..
Aku pulang, cuaca sudah mulai gerimis, hingga belum aku sampai di kos, hujan deras turun. Terpaksa aku berteduh. Saat berteduh aku nostalgia sebentar, eaaa...
Sebenarnya ini bermula dari suatu kejadian yang mencengangkan, yap cukup bikin shock dipagi hari menerima tweet dari orang yang ga pernah ku tau dan ku kenal sebelumnya menceritakan ttg temen sd kecil gue dulu. Suatu cerita yang buruk. Aku tak tahu harus percaya atau tidak, apa asal mulanya. Aku hanya ingin tak terlibat jauh.
Aku mengenang bagaimana temen kecil gue ini. Dulu pas sd aku suka iri dengannya yang begitu dimanja oleh orang tuanya. Apapun diturutinya mungkin karena ia anak tunggal namun aku sadar apa yang orang tuaku didik ke aku adalah untuk kebaikan diriku sendiri...


Sebuah ucapan Terima Kasih untuk orangtuaku...

Dulu aku belom mengerti kenapaa orang tuaku begitu galak menyuruhku belajar sampai tuntas jangan ada yang ketinggalan..
Sekarang aku mengerti, itu supaya aku sadar akan pentingnya belajar. Dan tiap belajar, aku lakukan sampai tuntas. Nilai bagus dan jelek aku yang akan merasakannya..

Dulu aku belom mengerti kenapa orang tuaku begitu pelit ngasih aku uang jajan, aku iri dengan teman2ku yang dari sd tiap harinya bisa jajan dikantin sedangkan aku? Hanya menikmati bekal yang dibawa dari rumah
Sekarang aku mengerti, itu agar aku belajar berhemat, mengajarkan aku mencari uang itu susah. Tapi tanpa aku sadari, ibuku selalu membawakan aku bekal nasi, minum, dan segala macem makanan kecil walaupun uang saku tak ada dikantongku.

Dulu aku belom mengerti, kenapa untuk meminta uang saku saja susah, aku harus bekerja jualan donat dan coklat chococrunch dulu dan menjajakannya ke tiap kelas saat istirahat.
Sekarang aku mengerti, itu untuk mengajariku bahwa mencari uang itu sulit.

Dulu aku belom mengerti kenapa orangtuaku selalu protect. Ga boleh ke sini ga boleh kesana. Rasanya dipenjara dirumah sendiri.
Sekarang aku mengerti, itu semata mata untuk melindungiku dari kejahatan diluar sana, dan membuatku sekarang lebih berhati-hati. Tapi dan lagilagi tanpa aku sadari, walaupun diprotect namun orang tuaku selalu membuat di rumah itu nyaman.

Dulu aku belom mengerti, kenapa minta hp aja sulitnya minta ampun. Berasa pengen anaknya gaptek
Sekarang aku baru mengerti itu membuatku lebih hati-hati dalam menjaga barang dan lebih menyayangi barang tak mudah untuk ganti2 hp walaupun uang ada, dan lagilagi baru aku sadari hp ga ada, tapi orangtuaku membelikan komputer untuk bermain dirumah.

Dulu aku belom mengerti, kenapa terkadang suka dilarang untuk temenan sm ini temenan sm itu, suruh jaga jarak, berasa dia sotoy banget tentang teman2ku kan mereka ga tau.
Sekarang aku baru mengerti, itu membuatku lebih hati-hati dalam memilih teman. Ternyata mereka benar, feeling orangtua memang tiada duanya. mengajarkan bahwaTeman yang buruk akan membawa pengaruh negatif, yang baik positif tapi tetap aku tak memusuhi hanya menjaga jarak.

Dulu aku belom mengerti kenapa orangtuaku begitu keras dan tegas dalam mengajarkan masalah agama. Dari aku TK, udah disuruh ngaji Iqra sore2 dimasjid bukan maen sepeda sama anak-anak, dan diajari shalat. kecepetan, ulangi lagi. 
Sekarang aku baru mengerti, dari SD aku sudah belajar Al-Quran tak lagi iqra, sejak SD aku bisa belajar mengaji sendiri dirumah, sekarang pun aku sudah mampu membaca dengan lancar dan hal itu semata-mata agar aku selalu inget waktu shalat, selalu berpegang pada Agama Allah dalam hidup hingga seiring berjalannya waktu menjadi anak Shaleha. AMIINN.

Dulu aku belom mengerti kenapa aku tiap libur selalu ada tugas nyapu, ngepel, nyikatin kamar mandi, cuci piring, kalau belom bersih ulangi lagi. Dan berbagai kegiatan rumah tangga lainnya
Sekarang aku baru sadar semenjak aku hidup nge kos sendiri. Aku bisa menyapu mengepel sendiri, memasang sprei tempat tidur dengan benar, nyikatin kamar mandi dan lagi-lagi dengan TUNTAS hingga benar2 terlihat bersih. Beres-beres bersih bersih bukanlah lagi suatu beban.

Yaaa dan masih banyak lagi bagaimana orangtuaku mendidik yang dulu belom pernah aku sadari karena dulu aku masih lugu. Aku belum tau apa maksud dari didikan-didikan itu. Tapi sekarang aku sudah beranjak dewasa, aku baru merasakan itu semua. Aku yang sekarang, semata-mata karena didikan orang tuaku yang begitu sempurna. Terima Kasih mah, bah jika dulu bilah dimanja mungkin tidak akan seperti sekarang ini, akan terlalu sering terlibat masalah-masalah yang akan mengecewakan kalian dan pergaulan2 yang tak tepat.
Biarkan saja orang-orang dulu menyebutku CUPU, GA GAUL, dsb. Ga pernah jalan sm temen2, istirahat sekolah dikelas dengan memakan bekal, terkadang menjajakan makanan kekelas2 demi uang saku.
Tapi sekarang aku tak seperti itu lagi, orang melihatku “Normal” masih bergaul, mudah beradaptasi, humoris. Mereka tak mengerti itu karena hasil didikan orang tuaku yang begitu SEMPURNA.. mereka mengajari aku mendapat kepercayaan itu bukan hal mudah sehingga aku lebih memegang kepercayaan dari mereka, menjadi anak yang Alhamdulillah lurus-lurus aja jalannya, ga terlibat masalah2 aneh yang membuat mereka kecewa pasti.

Terima Kasiah Mah, Terima Kasih bah..
Berkat kalian aku menjadi seperti ini sekarang, aku akan mencoba menjadi yang terbaik untuk kalian..
Terima Kasih telah melindungiku dari kecil dengan cara yang tak terduga.
Terima Kasih ya Allah..
Karena-Mu aku terlindung dari segala petaka didunia ini yang bisa menghancurkan jalan hidupku yang sudah kutempuh.
Terima kasih telah melindungiku dari segala godaan marabahaya disaat aku harus merantau sendirian tanpa lindungan secara langsung orangtuaku lagi.

Doaku  :
Ya Allah, lindungilah orang tuaku disana dalam naungan-Mu, bahagiakanlah mereka, Ampuni dosa-dosa mereka karena mereka malaikat untukku dan begitu mulia dimataku, Sayangi mereka. 
Ya Allah, perkuat imanku disini, lindungi aku, berikan aku kemudahan dan kelancaran dalam menggapai mimpi besarku untuk orang tuaku tercinta.
Ya Allah panjangkanlah umur kami. Amin ya Rabbal Alamin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar